SuaraSumsel.id - Video mengenai ancaman pemutusan sambungan listrik viral di masyarakat Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Di video tersebut seorang petugas mengungkapkan alasan melakukan pemutusan sambungan listrik di sebuah rumah pelanggannya.
Di video tersebut diketahui seorang petugas mengungkapkan jika ada kebijakan PLN yang bisa memutuskan sambungan listrik jika menunggak selama 4 hari.
Video ini berawal dari seorang petugas yang ditanya alasan memutusan sambungan listrik di sebuah rumah. Dia pun kemudian ditanya nama dan lokasi bekerja.
Petugas menggunakan seragam ini pun kemudian menggenalkan nama sekaligus lokasi kantornya. Pria ini kemudian menegaskan jika pemilik rumah tersebut sudah menunggak selama 4 hari.
Hal ini yang membuatnya mencabut sambungan listrik di rumah warga. "Dari ULP A Rivai pak, 4 hari telat bakal dicabut listriknya, pak. kebijakan dari PLN," ujarnya membenarkan jika pemilik rumah sudah menunggak selama 4 hari sejak bulan Agustus.
Meski video ini pun tidak menerangkan seberapa tunggakan listrik yang dilakukan konsumen tersebut. DVideo ini pun kemudian viral di media sosial.
Salah satu akun yang membagikannya ialah undercover.id. Akun ini pun menyebutkan narasi yang menerangkan kebijakan pemutusan sambungan listrik berdasarkan peraturan yang berlaku.
"Regulasi tagihan listrik dan pembayaran listrik sudah diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017
1. menunggak pembayaran selama 30 hari, maka PLN berhak melakukan pemutusan aliran listrik secara sementara
2. apabila dalam 60 hari sejak pemutusan sementara, pelanggan bersangkutan belum juga melakukan pembayaran tagihan listrik beserta dendanya, maka PLN berhak melakukan pembongkaran instalasi sambungan listrik," tulisnya.
Menanggapi video yang viral ini, Manajer Humas PT PLN Persero UIW S2JB Sendy Rudianto mengatakan jika kejadian yang ada di video tersebut memang benar terjadi.
Baca Juga: Kampus di Sumsel Ini Kenalkan Energi Bersih Bersumber Dari Tenaga Surya
"Kami informasikan bahwa petugas telah melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan yang berlaku. Beberapa hari sebelumnya juga petugas telah mendatangi rumahnya untuk mengingatkan jika telah terjadi keterlambatan namun tidak diindahkan oleh penghuni rumah," ujarnya ketika dikonfirmasi.
PLN juga mempunyai data jika pelanggan dengan nomor idpel tersebut beberapa kali menunggak tagihan listriknya.
"Jadi seharusnya sudah tahu akan konsekuensi dari keterlambatan. Jadi PLN menganggap bahwa video viral tersebut bagian resiko di era digital. Kami sangat berterima kasih kepada pelanggan yang sudah mengerti aturan karena kami lihat komentar dari beberapa akun banyak yang sudah tau dan mendukung PLN," sambungnya.
Informasi ini ramai dikomentari warganet yang menilai pelayanan PLN masih perlu peningkatan.
"Bayar listrik itu paling telat tanggal 20,lebih dr tanggal trsebut akan di putus..setau aku sih gitu," sahut netizen.
Berita Terkait
-
Kampus di Sumsel Ini Kenalkan Energi Bersih Bersumber Dari Tenaga Surya
-
Terungkap, Kericuhan di Klub Malam Terkenal di Palembang Hanya Karena Masalah Sepele Ini
-
Barang Elektronik Banyak Rusak Karena Listrik Padam, Warga Muara Enim Gugat PLN
-
Alasan Pensiun Berpolitik Harnojoyo Setelah Nama Tak Ada di Daftar Caleg Demokrat Ramai Dikomentari
-
BREAKING NEWS! Duel Berdarah Keluarga di Palembang, Keponakan Habisi Nyawa Bibi
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Sopir Logistik Diminta Setop Masuk Empat Lawang, Ada Cerita Perampokan Pukul 05.00 WIB
-
PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba
-
438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?
-
Edison Didakwa Terima Rp4,67 Miliar dalam Kasus Smart Board, Jaksa Ungkap Dugaan Transaksi Bertahap
-
Bisnis Properti Sumsel Tak Lagi Baik-Baik Saja, REI Ungkap Penurunan Permintaan di Semua Segmen