SuaraSumsel.id - Kisruh rumah tangga Kapolres Muara Enim AKBP Aris Rusdiyanto terus berlanjut dan viral di media sosial. Kekinian muncul seorang wanita yang mengaku istri sah pejabat polri ini.
Dia menjelaskan mengenai kasus suaminya yang ramai dan viral dibicarakan di media sosial. Wanita yang mengaku sebagai istri sah ini memulai dengan menjelaskan soal laporan pemerasan.
"Bagaimana suami aku melaporkan aku pemerasan, aku istri sah, bagaimana suami melaporkan istri sah?, tanyanya.
Dia pun menjelaskan telah menikah di KUA Jakarta Barat. Pernikahan yang dilalui sudah selama 19 tahun. "Mana mungkin sudah menikah 19 tahun melakukan pemerasan," sambung wanita ini.
"Ada istri sudah menikah 19 tahun, menikah hidup bersama, jika saya mau memeras, kenapa sekarang, kenapa gak dari dulu, apa yang mau diperas," sambung ia.
Wanita itu pun menjelaskan, selama hampir 20 tahun tersebut ia mengalami tekanan batin dalam pernikahan.
"Yang ada, saya mengalami tekanan batin 19 tahun," ujar dia.
Bahkan ia pun menjawab mengapa baru memviralkan sang suami setelah sekian lama menikah. Dia mengungkapkan sudah melaui sejumlah upaya mengadukan permasalahannya ke instansi Polri.
"Kenapa baru sekarang saya viralkan, dari dulu saya sudah ngomong, tapi tidak ada yang mendengarkan keluh kesah saya, 2019 saya sudah melapor ke Propam, tapi," sambung wanita ini.
Baca Juga: Cuaca Awal Pekan Ini: Sumsel Bakal Hujan Sedang Siang Hingga Sore Hari
Potongan video ini kemudian terputus.
Meski potongan video ini terpotong, banyak juga netizen yang kemudian ramai mengomentari. Bahkan yang menyesalkan perihal rumah tangga kepolisian yang memiliki jabatan harus sampai dibahas di media sosial.
Kisruh rumah tangga Kapolres Muara Enim sempat heboh dari percakapan dua wanita yang saling mengancam akan saaling melapor karena saling mengaku sebagai istri sah.
Media sosial TikTok dihebohkan dengan kabar istri sah Kapolres yang diduga selingkuh. Dalam unggahan akun TikTok febysharon, suaminya yang bernama AKBP Aris Rusdianto itu merupakan Kapolres Muara Enim Sumatera Selatan (Sumsel).
Feby Sharon mengaku bahwa kakak ipar Taqy Malik, Meysa Thalib diberikan harta yang berlimpah. Seperti rumah, ruko, tas branded, uang yang dibilang cukup banyak. Sementara Feby, istri AKBP Aris hanya tinggal di rumah kecil yang masih nyicil sampai 15 tahun baru lunas.
Bahkan, anak mereka terlantar hingga beli sayur saja harus ngutang. Kesabaran Feby rupanya mulai habis sehingga dirinya mulai membongkar keburukan suaminya.
Berita Terkait
-
Cuaca Awal Pekan Ini: Sumsel Bakal Hujan Sedang Siang Hingga Sore Hari
-
Sumsel Sepekan: Warga Seberang Ulu Ingin Pisah Dari Palembang Dan 4 Berita Menarik Lainnya
-
Warga Desa Lingga Muara Enim Kecewa, Ancam Tutup Akses Jalan Tambang PT. Bukit Asam
-
Pantomim Palembang Tampil di Memori 2022: Bercerita Tentang Sungai Musi Serta Tradisinya
-
Netizen Kecewa Ridwan Kamil Kritik LRT Sumsel, Proyek Mahal Sepi Penumpang: Kan Pandemi, Kang
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Lewat BRImo, BRI Buka Peluang Investasi Global dengan Reksa Dana USD Batavia
-
Aksi 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Palembang Hari Ini, Mahasiswa Bawa 9 Tuntutan ke DPRD
-
Mampukah CFD Ampera Menjadi Malioboro Mingguan Palembang?
-
137 Kali Karhutla, 305 Hektare Lahan Sudah Hangus, Ancaman Asap Kembali Mengintai Sumsel?
-
Pulang Kerja Jam 4 Pagi, Pekerja Perempuan di Palembang Dibegal dan Ditodong Senpi