SuaraSumsel.id - Mendengar kata Palembang, telah banyak orang yang mengenalnya sebagai nama kota besar. Sebuah kota besar di Pulau Sumatera yang menjadi ibu kota provinsi Sumatera Selatan atau Sumsel.
Kota Palembang menjadi kota terbesar di Pulau Sumatera setelah kota Medan. Melansir dari berbagai sumber, kota Palembang memiliki luas sekitar 400,61 km persegi.
Kota Palembang juga termasuk kota yang terpadat di Pulau Sumatera setelah Medan. Selain itu dengan status kota Metropolitan, Palembang juga menjadi kota terpadat setelah DKI Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya di Asia Tenggara.
Kota Palembang terletak antara 101-105 bujur Timur dan 1,5-2 derajat lintang Selatan, yang berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir, sedang di bagian Barat, Utara dan Timur berbatas dengan Kabupaten Banyuasin.
Berada pada ketinggian rata-rata 12 meter dari permukaan laut, pasang surut mempengaruhi kota ini, terutama wilayah yang berada di kawasan pinggiran.
Palembang juga pernah menjadi pusat wilayah kerajaan Buddha terbesar di Asia Tenggara, yakni kerajaan Sriwijaya. Hingga sempat berjulukan sebagai "Bumi Sriwijaya".
Berdasarkan prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan di Bukit Siguntang sebelah barat Kota Palembang dengan tanggal 16 Juni 683 Masehi.
Julukan lain untuk kota Palembang, yakni Vanesia dari Timur, Venice of the East ("Venesia dari Timur").
Berdasarkan prasasti pada kerajaan Sriwijaya, prasasti Kedudukan Bukit diketahui wilayah Palembang berangka tahun 16 Juni 682. Pada saat itu, oleh penguasa Sriwijaya didirikan Wanua di daerah yang sekarang dikenal sebagai kota Palembang.
Baca Juga: Pelaku Bisnis Pelayaran di Sumsel Keluhkan Kelangkaan Kontainer
Menurut topografinya, kota ini dikelilingi oleh air, bahkan terendam oleh air. Bahkan saat ini kota Palembang masih terdapat 52,24 % tanah yang yang tergenang oleh air (data Statistik 1990).
Berkemungkinan karena kondisi inilah maka nenek moyang orang-orang kota ini menamakan kota ini sebagai Pa-lembang dalam bahasa melayu Pa atau Pe sebagai kata tunjuk suatu tempat atau keadaan, sedangkan lembang atau lembeng artinya tanah yang rendah, lembah akar yang membengkak karena lama terendam air (menurut kamus Melayu).
Sementara, menurut bahasa melayu-Palembang, lembang atau lembeng adalah genangan air. Sehingga kata Palembang, ialah penunjuk jika daerah/wilayah tersebut tergenang air.
Kondisi alam ini bagi nenek moyang orang-orang Palembang menjadi modal mereka untuk memanfaatkannya. Air menjadi sarana transportasi yang sangat vital, ekonomis, efisien dan punya daya jangkau dan punya kecepatan yang tinggi.
Selain kondisi alam, juga letak strategis kota ini yang berada dalam satu jaringan yang mampu mengendalikan lalu lintas antara tiga kesatuan wilayah:
- Tanah tinggi Sumatera bagian Barat, yaitu : Pegunungan Bukit Barisan.
- Daerah kaki bukit atau piedmont dan pertemuan anak-anak sungai sewaktu memasuki dataran rendah.
- Daerah pesisir timur laut.
Fktor setempat yang sangat mementukan pembentukan pola kebudayaan yang bersifat peradaban.
Tag
Berita Terkait
-
Gugatan Praperadilan Penetapan Tersangka Selebgram Palembang Al Naura Karima Pramesti Ditolak Hakim
-
3 Pasien COVID-19 di Palembang yang Jalani Isoman Meninggal Dunia
-
Mertua Ikut Campur, Pakcik Todongkan Senjata Api lalu Lepaskan Tembakan ke Udara
-
Kepala Sekolah SMP di Palembang Diduga Melakukan Kekerasan, Anak Murid Kini Dirawat di Rumah Sakit
-
Pura-pura ke Toilet, Remaja di Palembang Merampok Uang Minimarket Rp31,8 Juta
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
7 Cushion Vegan dan Cruelty Free, Cantik Tanpa Rasa Bersalah
-
Bikin Geger Penumpang, Batik Air Angkat Bicara soal Pramugari Gadungan Asal Palembang
-
Capaian Gemilang SEA Games 2025, Presiden Prabowo Beri Bonus Atlet lewat Kemenpora dan BRI
-
Tarif Baru Penerbangan Perintis Susi Air 2026, Rute Pagar Alam-Palembang Mulai Rp365 Ribuan
-
Air Naik Saat Warga Terlelap, 7 Fakta Banjir Rendam Empat Desa di OKU Timur