- SMA Negeri 7 Lubuk Linggau hanya menerima 13 siswa baru untuk tahun ajaran 2026/2027 di Sumatera Selatan.
- Total siswa sekolah tersebut hanya berjumlah 49 orang yang tersebar di seluruh jenjang kelas tahun ini.
- Pihak sekolah menyoroti ketimpangan distribusi siswa dibandingkan sekolah negeri lain yang mampu menerima hingga belasan rombongan belajar.
SuaraSumsel.id - Di saat sejumlah sekolah negeri dipadati siswa baru hingga mampu membuka belasan rombongan belajar, pemandangan berbeda terlihat di SMA Negeri 7 Lubuk Linggau, Sumatera Selatan.
Sekolah negeri ini hanya mendapatkan 13 siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Jumlah tersebut bahkan belum cukup untuk memenuhi satu rombongan belajar normal.
Ketiga belas siswa baru itu mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sejak Senin, 13 Juli 2026. Meski jumlahnya hanya belasan orang, mereka tetap mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat.
Namun, di balik berlangsungnya MPLS, tersimpan persoalan yang lebih besar. SMA Negeri 7 Lubuk Linggau ternyata hanya memiliki total 49 siswa untuk tiga jenjang kelas.
Rinciannya, sebanyak 13 siswa duduk di kelas X, 15 siswa di kelas XI, dan 21 siswa di kelas XII. Kondisi itu semakin kontras ketika sekolah lain disebut bisa menerima hingga 14 rombel siswa baru dalam satu tahun ajaran.
Kepala SMA Negeri 7 Lubuk Linggau, Agus Tunizar, mengakui kondisi minimnya jumlah siswa di sekolah yang dipimpinnya. Menurut dia, pelaksanaan MPLS tetap dilakukan sebagaimana sekolah lainnya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
"Seperti sekolah lainnya, MPLS dilakukan sebelum kegiatan belajar mengajar dilaksanakan," kata Agus Tunizar.
Jumlah siswa baru tahun ini sebenarnya menunjukkan sedikit kenaikan dibandingkan angkatan sebelumnya. Kelas XI tercatat hanya memiliki 15 siswa, sementara kelas XII menjadi angkatan terbesar dengan 21 siswa. Namun, secara keseluruhan, jumlah 49 siswa untuk sebuah SMA negeri tetap menjadi kondisi yang tidak biasa, terutama di tengah tingginya persaingan masyarakat untuk mendapatkan kursi di sejumlah sekolah negeri favorit.
Kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan persoalan distribusi siswa yang menjadi perhatian pihak sekolah.
Baca Juga: Viral Minta Uang ke Sopir Pakai Seragam Polisi, Eks Bripka di Lubuk Linggau Ditangkap
Sempat pula muncul wacana menjadikan SMA Negeri 7 Lubuk Linggau sebagai boarding school atau sekolah berasrama. Harapannya, konsep tersebut dapat menjadi daya tarik baru sekaligus membuka akses bagi siswa dari wilayah yang lebih luas. Namun, wacana tersebut belum terealisasi.
Mengapa SMA Negeri 7 Lubuk Linggau Sepi Peminat?
Lokasi sekolah menjadi salah satu faktor yang patut diperhatikan dalam melihat minimnya jumlah siswa. Namun, persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan begitu saja dari distribusi penerimaan murid baru antarsekolah.
Ketika sebuah sekolah dapat menerima hingga 14 rombel, sementara sekolah negeri lainnya hanya mendapatkan 13 siswa, muncul pertanyaan mengenai pemerataan peserta didik.
Apalagi, SMA Negeri 7 Lubuk Linggau bukan sekolah yang baru berdiri. Sekolah tersebut telah beroperasi selama bertahun-tahun, tetapi kini menghadapi tantangan serius dalam memperoleh peserta didik baru.
Pihak sekolah berharap ada solusi konkret agar distribusi siswa lebih merata dan keberlangsungan sekolah tetap terjaga.Meski demikian, 13 siswa baru yang diterima tahun ini tetap menjalani MPLS sebagaimana pelajar di sekolah lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Minta Uang ke Sopir Pakai Seragam Polisi, Eks Bripka di Lubuk Linggau Ditangkap
-
KAI Tambah Kereta Eksekutif KA Sindang Marga Akomodir Libur Tahun Baru Islam 1448 H
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Video Panas Oknum Polisi Lubuklinggau Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Kini Diperiksa Propam
-
Skandal ASN Dokter Digerebek Suami, Diam-diam Ngamar Bareng Pria Lebih Muda
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Saat Sekolah Lain Kebanjiran Murid, SMA Negeri di Lubuk Linggau Ini Cuma Dapat 13 Siswa
-
BRI Konsisten Jadi Penyetor Pajak Terbesar Industri Keuangan, Perkuat Pembangunan Nasional
-
Jembatan Ampera Bakal Berubah Jadi Panggung Kebaya, Ratusan Perempuan Bidik Rekor MURI
-
Program Desa Impian Antarkan PTBA Raih Penghargaan Internasional
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak