SuaraSumsel.id - Polda menyebut Sumatera Selatan atau Sumsel menjadi salah satu target penyelundupan narkotika jaringan internasional, salah satunya Myanmar.
Direktur Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Heri Istu Hariono mengatakan, hal tersebut merupakan penelusuran kepolisian yang merujuk pada hasil ungkap kasus yang berlangsung lebih kurang selama tiga tahun terakhir di Sumsel. Terutama dari barang bukti sabu yang kerap dibungkus dengan kemasan teh asal Myamar.
Dalam rentang waktu itu aparat kerap mendapatkan barang bukti sabu-sabu yang diselundupkan dikemas dalam bungkus plastik teh hijau bermerek Guan Yinwang dengan jumlah yang terbilang besar.
Kemasan teh tersebut diketahui berasal dari Myanmar, yang kemudian diolah menjadi pembungkus sabu-sabu oleh sindikat pengedaran narkotikanya.
Penyelundupan sabu-sabu sebarat 16 kilogram (Kg) yang dilakukan oleh dua tersangka berinisial A (48) dan F (41) warga Dusun Ujong Kreung Kelurahan Meunasah Leubok Kecamatan Pante Bidari Kabupaten Aceh Timur, Aceh, menggunakan satu unit mobil pikap warna hitam BG-9833-NQ tujuan Palembang.
Unit Tim Khusus Direktorat Reserse Narkoba di Jalan Palembang-Jambi Km 59, Simpang Tungkal, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumsel, pada Selasa dini hari.
"Sudah tiga tahun ini kami temukan sabu-sabu dikemas dalam bungkus teh warna hijau atau kuning bermerek tulisan mandarin sehingga dianggap dari China. Tapi bukan, China keberatan disebut demikian, sebab sabu-sabu itu dikemas di luar negeri oleh sindikat Myanmar," kata dia.
Perjalanan penyelundupan sabu-sabu itu memiliki rute yang cukup panjang, sebab dari Myanmar para sindikat melintasi Malaysia.
Melintas Selat Malaka dan berlabuh di pulau Sumatera seperti Aceh, Medan, Batubara, Tembilahan,Pekanbaru Riau, ataupun daerah lain sekitarnya.
Baca Juga: Update PPKM di Sumsel: 13 Daerah Berlakukan Level 2, 4 Daerah Berlakukan Level 1
"Sabu-sabu tersebut diselundupkan ke Sumsel melalui dua cara bisa melalui lintas perairan seperti Sumsang, Banyuasin ataupun jalan lintas darat. Selain itu Sumsel ini juga jalur perlintasan ke daerah lain seperti Jawa dan sebagainya. Karena jalurnya lurus sehingga bisa cepat dan lebih murah dibanding mereka (para pengedar) produksi sendiri," imbuhnya.
Aparat kepolisian beserta instansi terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN) bakal berkolaborasi secara serius untuk memberantas setiap pelaku penyelundupan sampai ke hulunya. (ANTARA)
Tag
Berita Terkait
-
Kasus Penggelapan, Mantan Cawako Palembang Sarimuda Dituntut 4 Tahun Penjara
-
Perindah Sekanak Lambidaro, Puluhan Rumah di Rusun Dibongkar Satuan Pol PP
-
16 Kilogram Sabu Dibawa Pakai Pick Up Sawit Dimodifikasi, Dikendalikan oleh Napi
-
Pengertian Puasa Rajab, Dalil dan Kapan Menunaikannya
-
Update PPKM di Sumsel: 13 Daerah Berlakukan Level 2, 4 Daerah Berlakukan Level 1
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Hotspot Sumsel Turun 63 Persen, Mengapa Asap Palembang Masih Pekat?
-
Di Balik Parkir Liar Palembang: Ada Bos, Setoran, hingga Klaim Ormas Pernah Masuk
-
Ketika Turbin Kembali Diharapkan Berputar, Rumah Kopi Pelakat Menunggu Energi dari Air
-
Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
-
Karhutla Sumsel: 43 Orang Ditahan, 16 Korporasi Disidik, Tapi Hotspot Masih Muncul