SuaraSumsel.id - Majelis hakim tipikor menjatuhkan hukuman lebih rendah pada dua terdakwa korupsi Masjid Sriwijaya Palembang, Yudi Arminto dan Dwi Kridayani, Jumat (19/11/2021).
Dua terdakwa dari pihak swasta yakni rekanan dalam pembangunan masjid ini divonis 11 tahun. Terdakwa Yudi Arminto yang bertindak sebagai Project Manager PT Brantas Abipraya-Pt Yodya Karya, dan KSO PT Brantas Abipraya-PT Yodya Karya, Dwi Kridayani.
Keduanya divonis dengan hukuman 11 tahun penjara serta denda Rp500 juta.
Dalam keputusannya, Majelis hakim mengungkapkan jika berdasarkan alat bukti di persidangan serta keterangan saksi, terbukti keduannya memperkaya diri atas pembangunan masjid Sriwijaya.
Melansir Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, Majelis hakim sependapat dengan JPU mengenai jerat Pasal kepada terdakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.
Kedua terdakwa menurut majelis hakim telah melanggar pasal 12B karena menerima gratifikasi dalam dugaan kasus korupsi pembanguan Masjid Sriwijaya.
“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara kepada para terdakwa dengan pidana masing-masing selama 11 tahun penjara, denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan,” tegas Sahlan bacakan putusan.
Keputusan ini lebih ringan dibandingkan dua terdakwa lainnya, Eddy Hermanto dan Syariffudin. Kedua terdakwa ini divonis selama 12 tahun penjara.
Atas keputusan majelis hakim ini, dua terdakwa tersebut mengajukan banding.
Baca Juga: Live Webinar Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata Sumsel Usai Pandemi COVID-19
Sementara jaksa penuntut dari Kejati Sumsel, Roy Riyadi menyatakan masih pikir-pikir.
Tag
Berita Terkait
-
Divonis Penjara 12 Tahun, Dua Terdakwa Korupsi Masjid Sriwijaya Banding
-
Dua Terdakwa Korupsi Masjid Sriwijaya Divonis Bersalah, Dipenjara 12 Tahun
-
Ahli Ungkap Pembangunan Masjid Sriwijaya Gagal Sejak dari Perencanaan
-
Saling Bantah Alex Noerdin-Marwan M Diah, Ada Tidak Proposal Masjid Sriwijaya
-
Bocor Obrolan Terdakwa Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Nama Jaksa Roy Disebut
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang
-
Masih Ada Promo! Nikmati Martabak HAR Lebih Hemat dengan QRIS BSB Mobile