SuaraSumsel.id - Pemerintah provinsi atau pemprov Sumatera Selatan mulai memberlakukan penerapan skema ganjil dan genap kendaraan bagi roda empat. Kebijakan ini dilaksanakan guna mencegah penyebaran virus Corona atau COVID 19.
Dilansir dari Sumselupdate.com - jaringan Suara.com, Gubernur Sumsel, Herman Deru mengatakan pemberlakukan skema ganjil dan genap ini guna membatasi mobilitas maupun aktivitas masyarakat di luar rumah, terkhusus bagi daerah yang berada di zona merah Covid-19.
“Besok diberlakukan. Saya segera menandatangani surat keputusannya,” katanya, Rabu (30/6/2021) kemarin.
Penerapan ganjil genap akan diawasi oleh Satgas Covid-19, Dinas Perhubungan, serta Polda Sumsel. Selain itu akan dibantu dengan instansi terkait di seluruh pemerintah kabupaten dan kota.
“Mudah-mudahan diberlakukannya skema ganjil dan genap kendaraan ini dapat menekan angka penularan Covid-19,” pungkasnya.
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri mengatakan penerapan skema ganjil dan genap kendaraan akan disosialisasi terlebih dahulu selama satu minggu sebelum pemberlakuan sanksinya. “Sosialisasi satu minggu agar masyarakat tidak kaget,” tuturnya.
Mekanisme skema ganjil dan genap kendaraan diberlakukan untuk kendaraan roda empat. Sedangkan tempat dan waktu akan dievaluasi selama sosialisasi berlangsung, teruama di wilayah zona merah COVID 19 seperti kota Palembang.
Berita Terkait
-
Besok, Sumsel Mulai Terapkan Skema Kendaraan Ganjil dan Genap
-
Catat, Ini Syarat, Cara Pendaftaran dan Prokes Tes CPNS Sumsel 2021
-
Kh Ahmad Nawawi Dencik Dimakamkan di Ponpes Miliknya, Pelayat Diramaikan Tokoh Sumsel
-
Berhasil Menghukum Pelaku Karhutla, Rp 3,4 Triliun Denda Belum Masuk Kas Negara
-
Sejam, 5.078 Warga Palembang Telah Divaksin COVID 19
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
HUT RI ke-81, PTBA Perkuat Komitmen Hadirkan Energi, Masyarakat Berdaya, Lingkungan Terjaga
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Semangat Kemerdekaan, Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Membangun Daerah yang Berdaulat dan Makmur
-
LRT Sumsel Cuma Rp1.000 saat HUT RI, Cek Jadwal Tambahan Perjalanannya