- Kabut asap pada 1 Oktober 2026 menyebabkan 12 penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami gangguan.
- Jarak pandang menurun hingga 500 meter akibat kabut asap, menyebabkan keterlambatan, pengembalian, dan pengalihan penerbangan.
- BMKG melaporkan kualitas udara Palembang berada pada kategori berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 yang sangat tinggi.
SuaraSumsel.id - Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/10/2026).
Kali ini dampaknya tidak hanya berupa keterlambatan keberangkatan. Sebanyak 12 penerbangan dari dan menuju Palembang terdampak, ketika jarak pandang di sekitar bandara turun hingga sekitar 500 meter.
Airport Operation Center Head Bandara SMB II Palembang, Siska Dyah Yudayani, menyampaikan kondisi tersebut melalui laporan operasional penerbangan pada Kamis pagi. Gangguan terjadi pada penerbangan keberangkatan maupun kedatangan karena kondisi visibility berada di bawah batas minimum operasional. Data operasional menunjukkan tujuh penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan terdampak.
Kondisi paling awal terlihat pada penerbangan Super Air Jet IU 302 rute Palembang-Pangkalpinang. Pesawat yang dijadwalkan berangkat pukul 06.20 WIB tersebut baru terealisasi pada pukul 07.41 WIB. Pada saat itu, jarak pandang di Bandara SMB II Palembang tercatat sekitar 500 meter. Sementara di Bandara Depati Amir Pangkalpinang, jarak pandang bahkan tercatat hanya 300 meter.
Kondisi tersebut membuat perjalanan udara dari Palembang tidak berjalan sesuai jadwal. Batik Air ID 7054 rute Palembang-Halim Perdanakusuma yang dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB juga baru berangkat pada pukul 09.29 WIB.
Gangguan serupa tercatat pada Pelita Air IP 311 tujuan Jakarta, Super Air Jet IU 964 tujuan Kualanamu, Super Air Jet IU 871 tujuan Jakarta, Citilink QG 987 tujuan Jakarta dan Garuda Indonesia GA 107 tujuan Jakarta. Namun, persoalan jarak pandang tidak hanya dirasakan pesawat yang hendak meninggalkan Palembang. Penerbangan yang menuju SMB II juga harus menghadapi kondisi yang sama.
Salah satunya Citilink QG 980 dari Jakarta menuju Palembang. Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 06.50 WIB tersebut tidak dapat melanjutkan pendaratan di Bandara SMB II.
Pesawat kemudian melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal di Jakarta karena jarak pandang berada di bawah batas minimum pendaratan. Kondisi ini juga telah dikonfirmasi pengelola Bandara SMB II kepada media pada Kamis pagi.
Situasi berbeda dialami Super Air Jet IU 933 dari Yogyakarta menuju Palembang. Pesawat yang dijadwalkan tiba pukul 08.05 WIB tersebut tidak mendarat di SMB II dan kemudian dialihkan ke Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.
Baca Juga: Bukan Sekadar Touring, Mereka Menyusuri Desa Sumsel untuk Menjaga Energi Bersih Tetap Menyala
Dalam laporan operasional, IU 933 tercatat memiliki estimasi kedatangan pukul 07.50 WIB sebelum akhirnya melakukan divert ke Pekanbaru. Sementara itu, penerbangan Pelita Air IP 310 dari Jakarta, Super Air Jet IU 924 dari Jakarta dan Garuda Indonesia GA 102 dari Jakarta juga tercatat mengalami penundaan kedatangan di Palembang.
Dengan demikian, gangguan pagi itu memiliki beberapa bentuk. Ada pesawat yang terlambat berangkat, pesawat yang harus menunggu, penerbangan yang tidak dapat mendarat di Palembang hingga pesawat yang kembali ke bandara asal.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan jarak pandang di SMB II bukan sekadar membuat jadwal penerbangan bergeser. Ketika visibility turun di bawah batas yang dibutuhkan, keputusan operasional dapat berubah sampai pada pengalihan tujuan pendaratan.
Kondisi kabut asap pada Kamis pagi juga terjadi bersamaan dengan memburuknya kualitas udara Palembang. Data pemantauan BMKG di Stasiun Musi 2 menunjukkan konsentrasi PM2.5 telah berada pada kategori berbahaya sejak tengah malam, dengan konsentrasi tertinggi yang dilaporkan mencapai 442,8 mikrogram per meter kubik pada pukul 02.00 WIB.
Bagi penerbangan, indikator yang menjadi perhatian langsung bukan hanya kualitas udara, tetapi juga jarak pandang dan kondisi operasional di bandara. Karena itu, perubahan visibility menjadi faktor penting dalam menentukan apakah sebuah pesawat dapat mendarat, harus menunggu, atau mengubah tujuan pendaratan.
Gangguan penerbangan akibat kabut asap di SMB II sebenarnya bukan kejadian baru sepanjang September. Pada 17 September, empat penerbangan tujuan Palembang sempat holding karena jarak pandang turun hingga sekitar 700 meter. Saat itu, Airport Operation Center Head SMB II masih dijabat Parolan Simanjuntak dan menjelaskan bahwa penerbangan harus menunggu sampai jarak pandang kembali memenuhi ketentuan.
Tag
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Touring, Mereka Menyusuri Desa Sumsel untuk Menjaga Energi Bersih Tetap Menyala
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
Pegawai SPPG Hendak Kerja Dini Hari, Dibegal di Jembatan Musi VI Palembang
-
Kabut Asap Mengepung Sungai Musi, Mereka Tetap Bekerja demi Penghasilan
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
-
Listyo Diberhentikan, Suyudi Dilantik Prabowo Siang Ini Jadi Kapolri Baru Usai Disetujui DPR
-
Listyo Sigit Prabowo Segera Diganti, DPR Setujui Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri
Terkini
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru
-
Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat
-
Sumsel Dikepung 2.639 Titik Panas Hari Ini, Apa yang Sebenarnya Sedang Terjadi?
-
Harga Cabai Merah Palembang Rp70 Ribu per Kilogram, Stok Aman tapi Kenapa Tetap Mahal?
-
Kelola Payroll Lebih Praktis dan Terintegrasi dengan QLola by BRI