- Presiden Prabowo Subianto melantik Jenderal TNI Purnawirawan Dudung Abdurachman sebagai Menko Polkam di Istana Negara, Jakarta.
- Dudung Abdurachman resmi menggantikan Djamari Chaniago dalam perombakan Kabinet Merah Putih pada hari Kamis, 1 Oktober 2026.
- Djamari Chaniago harus mengakhiri masa tugasnya yang relatif singkat setelah menjabat Menko Polkam selama sekitar satu tahun.
SuaraSumsel.id - Kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) kini berpindah tangan. Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman resmi menggantikan Djamari Chaniago dalam perombakan Kabinet Merah Putih, Kamis (1/10/2026).
Presiden Prabowo Subianto melantik Dudung sebagai Menko Polkam di Istana Negara, Jakarta. Pelantikan tersebut sekaligus mengakhiri masa tugas Djamari sebagai menteri yang baru sekitar setahun menduduki posisi tersebut.
Djamari sendiri dilantik sebagai Menko Polkam pada 17 September 2025, menggantikan posisi yang saat itu kosong. Ia merupakan purnawirawan TNI dengan pengalaman panjang di lingkungan militer, termasuk pernah menjabat Pangkostrad, Pangdam III/Siliwangi dan Kepala Staf Umum TNI.
Kini pertanyaan berikutnya muncul: ke mana langkah Djamari Chaniago setelah tidak lagi berada di Kabinet Merah Putih?
Belum ada jabatan baru untuk Djamari
Hingga pelantikan Dudung pada Kamis, belum ada pengumuman resmi yang menyebut Djamari mendapatkan posisi baru di pemerintahan.
Sekretariat Kemenko Polkam telah menyiapkan mekanisme serah terima jabatan antara Djamari dan Dudung. Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa proses pergantian jabatan berlangsung dalam mekanisme resmi pemerintahan.
Namun, mengenai rencana Djamari setelah meninggalkan kabinet, belum ada keterangan resmi yang diumumkan kepada publik.
Pergantian Djamari menjadi perhatian karena masa jabatannya sebagai Menko Polkam relatif singkat. Ia baru dilantik pada September 2025 melalui Keputusan Presiden Nomor 96P Tahun 2025. Ketika itu, Presiden Prabowo menunjuk Djamari untuk mengisi posisi Menko Polkam.
Baca Juga: Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
Sebelum masuk kabinet, Djamari merupakan figur militer senior.
Lulusan Akabri 1971 tersebut pernah menduduki sejumlah posisi strategis di TNI Angkatan Darat. Ia menjadi Pangdam III/Siliwangi pada 1997–1998, kemudian Pangkostrad pada 1998–1999 dan Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat pada 1999–2000.
Setelah itu, Djamari menjabat Kepala Staf Umum TNI hingga 2004. Kariernya tidak berhenti setelah pensiun dari TNI.
Djamari pernah dipercaya menjadi Komisaris Utama PT Semen Padang. Ia juga tercatat sebagai anggota Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan periode 2025–2030.
Berita Terkait
-
Tim Alfa TNI Sudah Terjun ke Way Kambas, Apakah Juga Dikerahkan ke Karhutla Sumsel?
-
Cetak Sawah Besar-besaran di Sumsel, Tapi Ancaman Alih Fungsi Masih Mengintai
-
Nyaris Menyeberang ke Jawa, 5 Kilogram Sabu Diduga Dikawal Oknum Brimob dan TNI AL
-
Jejak Karier Bambang Ismawan, Eks Kasum TNI yang Kini Pimpin PTBA
-
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Putra Palembang yang Menembus Puncak TNI
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
- Warga Makassar Mengaku Diminta Bayar Rp500 Ribu Urus Surat Waris
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Digantikan Jenderal Dudung, Ke Mana Langkah Politik Djamari Chaniago Setelah dari Kabinet?
-
25 Siswa Mual dan Muntah Usai Makan MBG di Muba, Benarkah karena Ayam Geprek?
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Gambut Tak Kenal Batas Konsesi, Mengapa Tata Air Jadi Kunci Cegah Karhutla?
-
Kabut Asap Palembang, Pesawat Jakarta Putar Balik dan Yogyakarta Dialihkan ke Pekanbaru