SuaraSumsel.id - Warga OKI atau Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan, diperbolehkan menggelar salat id Idul Fitri di masjid dan lapangan terbuka, mengingat pandemi COVID-19 di daerah itu mulai membaik.
Sekretaris Daerah Kabupaten OKI Husin mengatakan status penularan COVID-19 di 18 kecamatan se-Kabupaten OKI saat ini berada pada level terkendali atau rendah.
Sebanyak lima kecamatan berada pada zona kuning atau penularan rendah dan 13 kecamatan lainnya pada zona hijau atau tanpa kasus penularan COVID-19.
Ia mengatakan salat di masjid saat Idul Fitri harus mengacu pada protokol kesehatan COVID-19.
“Jemaah yang datang ke masjid harus membawa sajadah sendiri dari rumah, memakai masker, dan saf antarjemaah diberi jarak,” kata dia seperti dilansir dari ANTARA, Sabtu (8/5/2021).
Pemkab setempat mengharapkan warga melaksanakan salat di lingkungan tempat tinggal masing-masing dengan tidak melibatkan banyak orang.
Sementara untuk takbir keliling dan halalbihalal mengacu surat edaran nomor 466/II/2021 yakni tidak dilaksanakan.
Bupati OKI Iskandar mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga di rumah.
“Untuk perayaan takbir keliling atau 'open house' (halalbihalal) apalagi dengan berkerumun itu dilarang,” kata dia.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah Kota Palembang, Sabtu 8 Mei 2021
Untuk menjaga kondisi ini pada Operasi Ketupat Musi 2021, pintu keluar masuk OKI saat ini diawasi secara ketat oleh petugas.
Pihaknya juga mengerahkan 299 personel gabungan untuk siaga di lima pos penyekatan pintu keluar masuk OKI, yaitu Kecamatan Tanjung Lubuk, Pematang Panggang, Kecamatan Jejawi, Pintu Masuk Tol Kayuagung-Palembang dan Celikah serta area istirahat Tol Pematang Panggang-Kayuagung. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Larangan Mudik Diterapkan, Perusahaan Otobus Pilih Berhenti Beroperasi
-
Pintu Masuk Utara Sumsel, Pemudik Bengkulu Diputar Balik di Lubuklinggau
-
Cegah Longsor di Pinggir Sungai, BBPJN Sumsel Bakal Tanam Vetiver
-
Capai 8.442 Narapidana Sumsel Terima Remisi Idul Fitri
-
Dinilai PPKM Mikro Tak Maksimal, Satgas COVID 19 Tegur Sumsel
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?
-
Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok
-
Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?
-
Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo