Dia juga menyebutkan oknum berisial BJ selaku pengurus tambang khusus dikawasan hutan mangrove Kuruk.
"BJ susah dicari karena dia sering berada di hutan Bakau (mangrove). Dia tidak membentuk TI Rajuk, dia ngurus tambang di Bakau. Bahkan saya tidak memakai PC (alat berat) dia. Dia banyak TI nya. TI di mangrove mengunakan alat berat dalam satu jam habis, satu jam habis, "ucapnya.
Dia mengungkapkan pasir timah yang ada di hutan lindung mangrove Kuruk sipatnya lebih ringan bukan seperti di TI Rajuk. Jadi bila ada pasir timah di situ langsung habis disedot.
"Cepat habisnya. Alat berat standby jadi siapa yang jago di situlah yang paling berhasil. Kalau kami ini sebagai penonton TI Rajuk jadi," cetusnya.
R mengatakan untuk menambang di hutan lindung Kuruk tidaklah rumit seperti di daerah lain. Bila ingin menambang masyarakat dapat langsung datang dan mengecek ke lokasi dengan didampinggi pengurus tambang.
"Kalau mau masuk akan diantar, lokasi mana yang mau. Kalau di Lubuk paling simpel, beda dengan di Koba, kalau di Koba kalau tidak megang preman pasti akan kena gencet. Di sini aman dan paling nyaman di Lubuk inilah. Koba dan Perlang nyerahku," ungkapnya.
Di lokasi tambang hutan lindung Kuruk bukan saja masyarakat yang menambang tapi juga ada oknum aparat.
"Banyak di situ oknum aparat, menambang bae, ngasil bae itu ada yang dua kampil sampai tiga kampil pasir timah, ya BJ tadi bosnya," katanya lagi.
Para penambang juga tidak perlu kawatir untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar, pasalnya di lokasi penambangan juga bisa membeli karena ada pihak yang mengantar.
Baca Juga: Pekerja Tambang Timah Ilegal Bukit Sambung Giri Tewas Tertimpa Batu
"Kalau solar bisa beli di dusun atau bisa membeli di lokasi, ada yang mengantar. Untuk harga 12 tanki Rp 1,8 juta, kalau di liter dalam satu tanki masing-masing berisi 20 liter," jelasnya.
"Pokoknya aman saja di sini. Kemarin BY dak sanggup lagi karena mungkin sudah sering ricuh, mungkin saya dengar soal uang koordinasi. Jadi BY ini kompak dengan orang kampung. Kemarin ada yang mau razia panitia-panitia di kampung menunggu semua di situ (lokasi), tapi mundur orang itu. Panitia-panitia yang hadir itu panitia-panitia A Bae yang kulihat hadir di PAM atau pos di situ. Amanlah kalau itu," jelasnya.
R mengungkapkan untuk alat berat di lokasi TI Rajuk ada sekitar 40 unit belum termasuk alat berat yang ada dilokasi mangrove.
"kalau rombongan kami di sini kalau sekitar 40 unit alat berat ada. Tapi di sebelah depan sini (mangrove) banyak," katanya.
Dia juga mengungkapkan untuk biaya sewa satu unit alat berat BY di KM sebesar Rp 450 ribu perjam, belum termasuk biaya BBM jenis solar yang ditangung oleh penambang. sedangkan alat berat BY di FR Rp 300 ribu.
"Kalau nyewa alat berat FR lebih murah, cuma timah dia ngambil di penambang harganya Rp 85 ribu, cuma semua biaya dari dia semua, PC dia, solar dari dia. Kalau saya tidak mau, banyak orang luar masuk ke dia. Cuma kalau alat dak perlu khawatir bila disewa anak buahnya rela tidak kerja tapi harga timahnya lebih murah," jelasnya.
Berita Terkait
-
Harga Barang Dinilai Tinggi, Gubernur Erzaldi Sidak Pelabuhan Pangkalbalam
-
Menengok Rumah Quran Tuna Rungu, Baca Al Quran Pakai Bahasa Isyarat
-
Penambangan Timah Ilegal di Babel, Staf Menko Maritim: Kita Sudah Dirampok!
-
Ada Temuan 200 Ton Zircon, Satgas Penanganan Limbah Timah Dibentuk
-
Pasien Covid-19 di Bangka Tembus 2.323 Orang
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang
-
Masih Ada Promo! Nikmati Martabak HAR Lebih Hemat dengan QRIS BSB Mobile