SuaraSumsel.id - Gubernur Herman Deru langsung melakukan takziah ke rumah duka mantan Gubernur Sumatera Selatan ke -14, Prof Mahyuddin, Jumat (9/4/2021) pagi.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru mengungkapkan rasa kehilangan yang cukup mendalam atas sosok Prof Mahyuddin.
Dikenangnya, ia mengenal Prof Mahyuddin jauh sebelum menjadi wakil gubernur atau gubernur Sumatera Selatan. Setelah menjadi Gubernur Sumatera Selatan, Prof Mahyuddin pernah mengunjungi kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur yang saat itu bupatinya, ialah Herman Deru.
"Beliau orang yang serius namun suka bercanda yang edukatif. Saya mengenalkan sosok yang edukatif. Jadi setiap kunjungan, bukan hanya memberikan pesan moral namun juga ajaran-ajaran yang disampaikan," kata Herman Deru usai melakukan takziah.
Dia mengatakan nilai yang sering dibagikan Prof Mahyuddin ialah kepempinan sekaligus bagaimana dunia pendidikan dan kesehatan.
"Banyak hal yang beliau tanamankan kepada anak muda, saya mengenalnya sudah cukup lama, jauh sebelum menjadi pejabat," ujar ia.
Herman Deru pun mengucapkan permintaan maaf kepada keluarga atas tidak bisanya dilaksanakan pemakaman seperti halnya para pejabat dan mantan pejabat, mengingat Prof Mahyuddin terpapar covid 19.
Proses pemakaman dilakukan secara protokol kesehatan dan pihak keluarga mengikuti keharusan tersebut, di tengah situasi pandemi saat ini.
"Seharusnya iya dilakukan prosesi khususnya, karena beliau mantan pejabat, tetapi ada alasan tertentu yang saya pikir alasan tersebut juga merupakan kebaikan. Karena itu, saya memohon maaf kepada keluarga karena tidak bisa melaksanakan hal seperti bagaimana biasanya pemakaman mantan pejabat," terang Deru.
Baca Juga: Konflik KONI Pagaralam, KONI Sumsel Tunjuk Caretaker Ketua
Berita Terkait
-
Mengenang Prof Mahyuddin, Mantan Gubernur Pernah Jadi Petinju Demi Beras
-
Menangis Haru, Mantan Gubernur Prof Mahyuddin Kenang Masa Sulit saat Kecil
-
Dikenal Dokter Kandungan, Ini Profil Mantan Gubernur Prof Mahyuddin
-
Kabar Duka, Mantan Gubernur Sumsel Prof Mahyuddin Meninggal Dunia
-
Menko PMK Larang, Gubernur Herman Deru Izinkan Mudik asal Jangan Bawa Virus
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Taksi Listrik Hadir di Palembang, Solusi Transportasi atau Sekadar Tren Baru?
-
Derby Sumatera Dimulai! Sumsel United Bidik Balas Kekalahan dari PSMS di Laga Perdana
-
60 Hari Tak Diguyur Hujan, Karhutla Padang Sugihan Picu Kekhawatiran Habitat Gajah
-
Udara Palembang Terus Memburuk, Sampai Kapan Warga Harus Menghirup Asap?