- BI Sumatera Selatan meluncurkan perluasan layanan penukaran uang rusak melalui enam bank mitra di berbagai wilayah.
- Program ini bertujuan memudahkan masyarakat menukar uang tidak layak edar tanpa harus mendatangi kantor Bank Indonesia.
- BI juga mengintegrasikan edukasi kebanksentralan ke dalam kurikulum SMA dan SMK bersama Dinas Pendidikan setempat.
SuaraSumsel.id - Kabar baik bagi masyarakat yang memiliki uang Rupiah rusak, lusuh, atau bahkan uang yang sudah dicabut dari peredaran. Kini, penukaran uang tidak lagi hanya terpusat di Bank Indonesia.
Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan inovasi baru berupa perluasan layanan penukaran uang Rupiah melalui enam bank mitra yang tersebar di kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Program ini menjadi pilot project pertama di Indonesia dan diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh layanan penukaran uang.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bambang Pramono menjelaskan, mulai sekarang layanan penukaran tidak hanya melayani uang lusuh, tetapi juga uang rusak maupun uang yang telah dicabut dari peredaran sesuai ketentuan yang berlaku.
Layanan tersebut dijalankan bersama enam bank mitra, yaitu Bank Mandiri, BRI, Bank Sumsel Babel, BNI, BSI, dan BCA. Setiap bank akan menyediakan sedikitnya satu kantor cabang di setiap kabupaten atau kota sebagai lokasi penukaran uang. Seluruh layanan akan ditatausahakan melalui aplikasi PINTAR, dengan dukungan Bank Indonesia berupa media informasi, alat ukur tingkat kerusakan uang, dan pelatihan bagi petugas kasir.
Menurut Bambang, perluasan layanan ini dilakukan agar masyarakat tidak harus selalu datang ke kantor Bank Indonesia ketika ingin menukar uang yang sudah tidak layak edar.
Selain memperluas layanan penukaran uang, Bank Indonesia juga meluncurkan program integrasi edukasi kebanksentralan di sekolah menengah. Materi mengenai tugas Bank Indonesia dan pentingnya Rupiah akan mulai diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ekonomi SMA serta IPAS SMK melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Sebagai langkah awal, Bank Indonesia akan memberikan pelatihan kepada 923 guru yang mewakili 923 SMA dan SMK di seluruh Sumatera Selatan agar materi tersebut dapat diajarkan secara berkelanjutan kepada para siswa.
Program ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dan enam bank mitra sebagai implementasi amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Selain meningkatkan literasi kebanksentralan, inovasi ini diharapkan membuat akses masyarakat terhadap layanan penukaran uang menjadi lebih mudah, merata, dan berkualitas.
Baca Juga: Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
Berita Terkait
-
Terima Uang Palsu Bisa Bikin Rugi, BI Sumsel Tegaskan Tak Bisa Diganti Meski Korban
-
16 Ribu Lembar Uang Rp100 Ribu Palsu Dimusnahkan di Sumsel, Pecahan Ini Paling Banyak Beredar
-
BI Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan di Sumsel, Inflasi Melandai Meski Kemarau Mengintai
-
Musim Kemarau Mulai Terasa di Sumsel, BI Prediksi Harga Sayur Berpotensi Naik
-
Hari Ketiga GPR x DKG 2026 Semarak, Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Digerebek Lagi, Dua Kilang Minyak Ilegal di Muba Terbongkar, Pemiliknya Masih Buron
-
Karhutla Sumsel Terus Meluas, Mengapa Muba dan Ogan Ilir Jadi Titik Terparah?
-
5 Fakta Kapal Jukung Terbakar di Sungai Musi, Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?