Selama ini, kopi Sumsel pun mengalir ke wilayah tetangga dengan mengandalkan jalur jalan lintas tengah selama ini. Karena itu, biaya yang dikeluarkan sekaligus waktu tempuh juga lebih besar. Pembangunan jalan tol menuju atau dari Provinsi Bengkulu akan membuka akses kedua daerah.
“Dengan adanya tol penghubung, Sumsel akan lebih dikenal sebagai pusat pertumbuhan, sementara jarak tempuh yang akan semakin dekat dan cepat, dan tentu akan lebih murah,” ujar ia.
Data Dinas Perkebunan, areal kebun kopi di Sumsel mencapai 250.354 hektar (Ha) dengan produksi kopi 163.868 ton biji kering yang dihasilkan oleh 214.363 kepala keluarga (KK) petani kopi. Kopi ini pun akhirnya pergi di wilayah tetangga baik ke utara atau ke selatan, seperti halnya Lampung.
“Kopi Sumsel pun dibawa ke Bengkulu. Banyak kebun kopi Bengkulu, milik warga Sumsel,” terang ia.
Dengan keberadaan jalan tol, Ismed memastikan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah-wilayah penghasil kopi termasuk tujuan juga akan berkembang. Misalnya, Provinsi Bengkulu yang dikenal dengan wisata pantai dan perbukitan, juga bisa menjadi bagian promosi kopi Sumsel.
Selain kopi, Wakil Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) DPP Sumsel ini mengatakan terdapat komoditas pertanian lain yang juga berpotensi seperti hanya sayur mayur, gula aren dan kelapa sawit.
“Pembangunan tol harus dipercepat dan segera. Karena dis ana sektor-sektor produsen perkebunan Sumsel, terkhusus kopi. Potensi terhubung dengan Bengkulu yang selama ini mengandalkan jalan ruas yang sempit, juga akan semakin mengenalkan kopi Sumsel benar-benar dari Sumsel,” terang ia.
Di Bengkulu sendiri, beberapa pusat pertanian seperti halnya wilayah Curug dan kabupaten Kepahiang dikenal sebagai produsen hortikultura.
Kata Ismed, saat jalan tol sudah beroperasional akan membuat biaya logistik, dan usia angkut produk pertanian menjadi lebih efisien.
Baca Juga: Upaya Tingkatkan Hunian, Hotel di Palembang Diskon Hingga 50 Persen
“Bisa dibayangkan ongkos logistik bisa lebih cepat sekaligus makin menjamin kesegaran komoditas, misalnya sayur mayur itu. Ini nilai-nilai tambah yang akan dirasa, jika tol melesat dan terus dibangun,” ungkapnya.
Berpengalaman tinggal di Malaysia, Ismed pun meyakini pembangunan infrastuktur obat memperbaiki kondisi ekonomi. Hal tersebut karena interaksi dan koneksi antar wilayah bukan menjadi kendala perdagangan.
“Saya pun berharap tol menjadi solusi pemulihan ekonomi saat pandemi ini,” ucap ia.
Menurut ia, sebuah harapan besar bagi Sumatera Selatan saat ruas jalan trans ini menembus ruang-ruang kabupaten di barat, hingga Bengkulu.
Lestarikan Cagar Budaya
Selain mengenalkan hasil bumi, jalan trans tol Sumatera juga ditujukan menjadi media mengenalkan cagar budaya separti halnya tanjak dan songket.
Berita Terkait
-
Jelang Momen Politik 2024, PDIP Sumsel Konsolidasi Target Satu Juta Suara
-
Hari Hutan Sedunia, 138.420 Ha Tutupan Hutan Sumsel Berubah Fungsi
-
Pemda Harus Siapkan Koridor Area Konservasi Gajah Sumatera
-
17 Kekayaan Sumsel Diajukan Jadi Warisan Budaya Tak Benda
-
Ogan Komering Ulu Terima 7.100 Dosis Vaksin Sinovac, untuk Pelayan Publik
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Pertamax Naik, Ongkos Travel Sumsel Ikut Merangkak: Rute Palembang hingga Rp280 Ribu
-
Kasus BPK Sumsel: Mengapa KPK Belum Tetapkan Kabid BPK Sebagai Tersangka?
-
Masak Tepi Sungai 2026 Digelar di Kampung Perigi, Mengungkap Budaya Kopi Palembang
-
Masih Ada Promo! Nikmati Martabak HAR Lebih Hemat dengan QRIS BSB Mobile