SuaraSumsel.id - Pemerintah daerah hendaknya mendorong koridor bagi gajah Sumatera dan satwa - satwa yang dilindungi lainnya. Dorongan ini juga disampaikan oleh salah satu lembaga lingkungan hidup, Jejak Bumi Indonesia (JBI).
JBI menekankan agar pemerintah daerah, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mendorong terbentuknya koridor gajah Sumatera.
Pendiri JBI Ogan OKU Hendra Setyawan mengatakan bahwa habitat gajah sumatera di Kabupaten OKU Selatan kian menyempit sehingga mamalia besar itu sering masuk ke area perkebunan dan permukiman penduduk.
"Berdasarkan data jumlah gajah di OKU Selatan yang tersebar di kawasan Suaka Marga Satwa, Gunung Raya, dan Hutan Lindung Mekakau-Saka saat ini lebih dari 100 ekor gajah," katanya.
JBI mendorong pemerintah daerah menyiapkan lahan khusus untuk konservasi satwa dilindungi, termasuk Gajah Sumatera.
"Apakah itu hutan lindung atau lahan lainnya untuk dijadikan pusat konservasi satwa yang dilindungi," kata ia.
JBI pun mendukung upaya untuk membangun kesadaran masyarakat di daerah Hutan Lindung Mekakau-Saka, SM Gunung Raya, Kabupaten OKU Selatan, guna menjaga kelestarian hutan dan satwa-satwa dilindungi. [ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
- 4 Zodiak Paling Beruntung pada 27 Juni 2026, Siap-siap Jadi Magnet Uang
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
Pilihan
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
Terkini
-
Peserta Latsarmil Koperasi Merah Putih Asal Baturaja Meninggal, Disebut Alami Henti Jantung
-
Hari Ketiga GPR x DKG 2026 Semarak, Wadah Pelestarian Budaya dan Penguatan Ekonomi Kreatif
-
Festival Lahan Basah Tempirai Hidupkan Lagi Joadah, Kuliner Beras Hitam Masyarakat Musi
-
Petani Tewas di Kebun Sawit Wilmar, Komnas HAM Didesak Turun Usut Penembakan
-
Festival Lahan Basah Tempirai: Kedatuan Sriwijaya Menjaga Lahan Basah Sungai Musi