SuaraSumsel.id - Pertunjukan seni tari yang ditayangkan secara live treaming berhasil dilaksanakan di Sungai Ogan, anak Sungai Musi di kota Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (13/10/2020).
Sebanyak 43 perempuan yang turut ambil bagian dari seni tari pertunjukan yang berpanggung di Sungai Ogan ini. Mereka menyampaikan makna sungai sebagai sumber kehidupan dengan beragam perspektif dan perkembangannya.
Pertunjukan selama hampir 25 menit tersebut ramai ditonton oleh masyarakat di 15 Ulu Rt 25 kawasan Sungai Buaya, Jakabaring Palembang.
Sesi pertunjukkan dibagi tiga bagian yang dimulai sungai sebuah identitas dari pada masyarakat dengan aktivitas yang sering dilakukan perempuan, seperti mencuci pakaian hingga memancing ikan. Menjadikan perempuan ialah sosok utama yang lekat dengan sungai.
Baca Juga: DPRD Sumsel Akhirnya Bersuara, Dukung Mahasiswa Surati Presiden Joko Widodo
“Kita kembali mengingatkan bahwa perempuan ialah bagian yang paling terdekat sungai. Sungai ialah bagian dari masyarakat Palembang dengan beragam budaya yang hadir serta menjadi induk kehidupan masyarakat,” kata Koreografer, Sonia Anisah Utami, usai pertunjukkan.
Pada bagian kedua, pertunjukkan ini ingin menghadirkan renungan dan refleksi atas kehidupan. Bagaimana sungai mengalami perubahan akibat industri, dan ketidakperhatian dalam menjaga lingkungan.
“Banyak pesan yang hadir dari pertunjukkan ini. Kami melihat ada dua point penting, kondisi fisik sungai musi yang cukup memprihatinkan. Selain pendangkalan, abrasi juga limbah,” terang Sonia.
Permasalahan lainnya yakni, perubahan lanskap Sungai Musi yang berdampak pada perilaku budaya masyarakatnya.
Bagian ketiga, seni pertunjukkan ini ialah menggambarkan bahwa sungai tidak lepas dari kehidupan ekonomi yang menjadi fundamental hidup masyarakat. Seperti halnya, pasar terapung yang menjadi bagian kehidupan perempuan sungai.
Baca Juga: Diamankan, Kelompok Pemuda Asal DKI Diserahkan ke Bareskrim Polri
“Kita mencoba menggabungkna tiga dunia (dimensi), mulai dar kehidupan realita, virtual dan spriritual yang saling melengkapi. Karya ini pun ialah kolaborasi banyak pihak,” tutup ia.
Berita Terkait
-
Viral Momen Ibu-ibu di Palembang Protes, Antre Lama Cuma Dapat Rendang Dua Iris dari Richard Lee
-
Cara Ustaz Derry Sulaiman Jawab Salam Willie Salim Seorang Kristen, Banyak yang Kaget
-
Niat Bersihkan Nama Palembang, Acara Masak Besar Richard Lee Malah Ricuh?
-
Dokter Richard Lee Sumbang 1 Ton Ayam untuk Masak Besar di Palembang
-
Profil Sultan Palembang, Pemimpin Adat Tegas Haramkan Konten Willie Salim
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Lebaran Berdarah, Tukang Parkir Kritis Ditusuk 7 Kali Pengunjung Club DA 41 Palembang
-
Kronologi Siswi SD Hilang 2 Hari, Ditemukan Dicabuli di Hotel Palembang
-
Wisata Maut di Ogan Ilir: Speedboat Terbalik Lagi, 'Tak Basah Tak Bayar'
-
Baru Kenal, Pemuda 19 Tahun Tega Cabuli Siswi SD di Hotel Melati Palembang
-
Ritel Hingga Perkebunan, Puluhan Perusahaan di Sumsel Tak Cairkan THR