- PT Bukit Asam Tbk di Jakarta mencatatkan laba bersih Rp4,41 triliun hingga September 2026.
- Pendapatan usaha perusahaan meningkat menjadi Rp35,20 triliun akibat kenaikan harga jual batu bara.
- Total aset perusahaan menembus Rp51,55 triliun yang didorong oleh kenaikan deposito dan piutang usaha.
Komposisi tersebut menunjukkan peran pasar ekspor dalam menopang penjualan di tengah perubahan volume pada pasar domestik. Ke depan, perusahaan berupaya mengoptimalkan peluang di kedua pasar tersebut.
Di tengah peningkatan pendapatan, PTBA tetap menghadapi tekanan biaya operasional. Beban pokok pendapatan mencapai Rp27,94 triliun, naik sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Salah satu faktor yang memengaruhi biaya adalah kenaikan harga bahan bakar sebesar 36 persen secara tahunan. Kenaikan tersebut berdampak pada biaya operasional penambangan dan pengangkutan batu bara.
Namun, tekanan biaya turut diimbangi penurunan stripping ratio atau rasio pengupasan lapisan tanah penutup dari 5,98 kali menjadi 5,59 kali. Selain itu, volume produksi turun 4 persen dan volume angkutan berkurang 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga:PTBA Apresiasi HBAP Raih 2 Penghargaan Internasional, Inovasi PLTU Sumsel-8 Jadi Sorotan
Dari sisi keuangan, penghasilan keuangan PTBA meningkat 16 persen menjadi Rp183,50 miliar. Sementara itu, biaya keuangan turun 45 persen menjadi Rp136,52 miliar, antara lain setelah penyelesaian fasilitas kredit modal kerja pada akhir 2025.
Bagian laba neto dari entitas asosiasi dan ventura bersama juga meningkat 75 persen menjadi Rp581,31 miliar.
Aset PTBA Tembus Rp51,55 Triliun
Per 30 September 2026, total aset PTBA tercatat sebesar Rp51,55 triliun, meningkat 17 persen dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp43,92 triliun.
Peningkatan aset terutama didorong kenaikan deposito berjangka, piutang usaha seiring penguatan harga jual batu bara, serta pajak dibayar di muka terkait restitusi pajak pertambahan nilai.
Baca Juga:PTBA dan UGM Uji Pupuk Kalium Humat dari Batu Bara untuk Tingkatkan Hasil Panen
Total liabilitas perusahaan mencapai Rp24,31 triliun, naik 14 persen dibandingkan akhir 2025. Kenaikan tersebut antara lain dipengaruhi bertambahnya kewajiban operasio