- PT KAI Divre III Palembang menyalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp180 juta kepada tiga warga Palembang pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan untuk meningkatkan kualitas hunian warga agar lebih layak.
- Hingga Triwulan III 2026, PT KAI Divre III Palembang telah menyalurkan total bantuan sosial sebesar Rp1,39 miliar di wilayah operasionalnya.
SuaraSumsel.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang menyalurkan bantuan bedah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp180 juta kepada tiga warga di Kota Palembang. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp60 juta untuk meningkatkan kualitas hunian agar lebih layak, aman, dan nyaman.
Bantuan tersebut diberikan kepada Sukiyem dan Usman, warga Kelurahan Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, serta Susanti, warga Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Palembang.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, mengatakan program bedah rumah merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar.
“Program bedah rumah ini merupakan wujud kepedulian KAI terhadap kondisi sosial masyarakat. Kami berharap bantuan yang diberikan dapat membantu penerima manfaat memiliki hunian yang lebih layak, sehingga keluarga dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman serta memiliki kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” ujar Aida dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga:LRT Sumsel Tetap Beroperasi Normal di Tengah Kabut Asap, Penumpang Diimbau Pakai Masker
Bantuan bedah rumah tersebut merupakan bagian dari program TJSL KAI Divre III Palembang. Hingga Triwulan III 2026, perusahaan telah menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1.398.225.000 kepada masyarakat di wilayah operasionalnya, mulai dari Palembang hingga Lubuklinggau.
Selain bedah rumah, bantuan TJSL KAI mencakup penyediaan sarana dan prasarana peribadatan, dukungan untuk instansi pemerintah daerah, sekolah dan lembaga kemasyarakatan, serta pembagian paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
KAI juga menyalurkan bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha, memberikan dukungan kepada panti sosial rehabilitasi penyandang disabilitas sensorik, serta melaksanakan penghijauan dan membantu penyediaan fasilitas umum.
Berbagai program tersebut menyasar sektor sosial, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lingkungan. Pelaksanaannya diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat di Sumatera Selatan.
Menurut Aida, hunian yang layak memiliki peran penting dalam menunjang kesehatan keluarga, tumbuh kembang anak, dan produktivitas masyarakat.
Baca Juga:Spesial HUT ke-81 KAI, Pelanggan Cukup Bayar 81 Persen untuk Naik KA Sindang Marga
“Pembangunan yang berkelanjutan perlu dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, melalui program TJSL, KAI ingin turut mendukung pemenuhan kebutuhan dasar dan pemerataan manfaat pembangunan, termasuk bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk memperbaiki kondisi tempat tinggalnya,” katanya.
KAI Kedepankan Transparansi Penyaluran Bantuan
Dalam menjalankan program TJSL, KAI Divre III Palembang menyatakan mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Penyaluran bantuan dilaksanakan berdasarkan ketentuan perusahaan dengan memperhatikan tata kelola yang baik serta upaya pencegahan gratifikasi dan penyuapan.
Komitmen tersebut juga didukung penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2025 untuk menjaga integritas dalam kegiatan bisnis maupun pelaksanaan program sosial.
“KAI berkomitmen memastikan program TJSL dilaksanakan secara bertanggung jawab, transparan, dan akuntabel. Kami ingin setiap bantuan memberikan manfaat sesuai tujuan dan kebutuhan penerima, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan,” tegas Aida.
KAI Divre III Palembang menyatakan akan melanjutkan program TJSL melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama lingkungan sekitar dan mendukung pembangunan yang inklusif di Sumatera Selatan.