Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka

Demo karhutla di Mapolda Sumsel berujung ricuh dan penganiayaan terhadap dua jurnalis. Polisi mengamankan provokator dan menetapkan dua tersangka pengeroyokan.

Tasmalinda
Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:09 WIB
Rangkuman Kericuhan Demo Karhutla Sumsel: Ormas Berbaju Hitam, 2 Jurnalis Dianiaya, 2 Tersangka
Koalisi Pers Sumsel menggelar aksi damai di depan Mapolda Sumsel, Kamis (15/10/2026), menyusul pengeroyokan dua wartawan. Rangkuman kericuhan demo Karhutla Sumsel: ormas berbaju hitam, 2 jurnalis dianiaya, 2 tersangka [shabit/Suara.com]
Baca 10 detik
  • Demonstrasi mahasiswa terkait penanganan karhutla di depan Mapolda Sumatera Selatan pada Selasa (13/10/2026) berakhir ricuh akibat bentrokan antarkelompok.
  • Dua jurnalis yang meliput aksi tersebut mengalami penganiayaan dan intimidasi, sehingga mendapat perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.
  • Polda Sumatera Selatan telah mengamankan seorang terduga provokator serta menetapkan dua tersangka dalam kasus pengeroyokan wartawan.

SuaraSumsel.id - Demonstrasi terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di depan Markas Polda Sumsel, Palembang, Selasa (13/10/2026), berakhir ricuh. Aksi yang semestinya menjadi ruang penyampaian aspirasi mengenai penanganan karhutla dan kabut asap itu justru diwarnai bentrokan, dugaan provokasi, hingga kekerasan terhadap dua jurnalis yang sedang bertugas.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah wartawan Tribun Sumsel/Sriwijaya Post, Rachmad Kurniawan, dan jurnalis PalTV, Mulyadi, mengalami penganiayaan saat meliput kericuhan. Dalam perkembangan berikutnya, polisi mengamankan seorang terduga provokator, kemudian dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan terhadap wartawan.

Berikut rangkuman peristiwa kericuhan demonstrasi karhutla di Sumatera Selatan, mulai dari awal ketegangan hingga perkembangan penanganan kasusnya.

1. Demo Karhutla Digelar di Depan Mapolda Sumsel
Aksi mahasiswa pada Selasa (13/10/2026) berkaitan dengan persoalan karhutla dan kabut asap yang melanda Sumatera Selatan. Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus datang untuk menyampaikan aspirasi terkait penanganan karhutla dan penegakan hukum terhadap persoalan tersebut.

Baca Juga:Butuh Lapor Polisi di Sumsel? Ini Nomor WhatsApp Kapolda dan 18 Kapolres

Pada saat bersamaan, sekelompok orang berpakaian hitam berada di sekitar Mapolda Sumsel untuk membagikan masker kepada pengendara.

Situasi kemudian memanas ketika kelompok mahasiswa hendak menyampaikan aspirasi. Kedua kelompok terlibat perselisihan yang berkembang menjadi bentrokan fisik di sekitar Mapolda Sumsel hingga kawasan Simpang Polda.

Kapolda Sumsel Irjen Pol. Rony Samtana mengatakan adanya dugaan provokasi yang memicu kericuhan. Namun, keterlibatan setiap pihak dan rangkaian kejadian secara menyeluruh tetap menjadi bagian yang perlu diungkap melalui penyelidikan kepolisian.

2. Dua Jurnalis Menjadi Korban Penganiayaan

Di tengah kericuhan, dua jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan turut menjadi korban kekerasan. Rachmad Kurniawan, wartawan Tribun Sumsel/Sriwijaya Post, dilaporkan mengalami luka akibat pengeroyokan. Sementara itu, Mulyadi, jurnalis PalTV, mengalami luka setelah berusaha melerai dan membantu rekannya.

Baca Juga:Dua Tersangka Pengeroyokan Wartawan di Mapolda Sumsel, Ini Dugaan Peran Masing-masing

Keduanya kemudian mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang. Peristiwa ini menjadi perhatian karena kekerasan terjadi ketika jurnalis sedang mendokumentasikan dan melaporkan kejadian di ruang publik.

Para jurnalis juga mengalami intimidasi. Mereka disebut dituduh membawa senjata tajam dan diminta menghapus rekaman foto maupun video. Rachmad bahkan dilaporkan mengalami serangan ketika melakukan siaran langsung melalui Facebook.

3. Polisi Mengamankan Terduga Provokator dan Dua Senjata Tajam

Pada Selasa malam (13/10/2026), Polda Sumsel mengumumkan telah mengamankan seorang pria yang diduga sebagai provokator kericuhan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menyebut pria tersebut bernama Riki Kurniawan. Polisi juga mengamankan dua bilah senjata tajam yang ditemukan dalam penanganan peristiwa tersebut.

Kapolda menyatakan penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap rangkaian kejadian dan pihak-pihak yang terlibat. Penangkapan seorang terduga provokator itu merupakan perkembangan awal, bukan berarti seluruh pelaku kekerasan telah teridentifikasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak