- Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,20 persen pada triwulan II 2026 dengan pencapaian PDRB atas dasar harga berlaku Rp199,05 triliun.
- Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 60,14 persen terhadap struktur ekonomi wilayah tersebut.
- Seluruh 17 lapangan usaha mengalami pertumbuhan, menempatkan Sumsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.
BPS mencatat sektor industri pengolahan berkontribusi sekitar 18,56 persen terhadap struktur ekonomi Sumsel dan tumbuh 5,66 persen.
Dengan demikian, rantai ekonomi Sumsel tidak berhenti ketika komoditas dihasilkan. Aktivitas pengolahan juga menjadi bagian penting yang menciptakan nilai ekonomi di daerah.
Pertambangan menghasilkan komoditas, industri mengolahnya, perdagangan mendistribusikan barang, sementara konsumsi rumah tangga membuat uang terus berpindah di dalam perekonomian.
Inilah gambaran yang lebih lengkap di balik angka pertumbuhan Sumsel 5,20 persen.
Baca Juga:Terungkap Peran 3 Pelaku Begal Polisi di Palembang, Ada yang Tusuk dan Ambil Kunci Motor
Ekonomi Sumsel tumbuh, tapi apakah semua sektor ikut naik?
Untuk triwulan II 2026, BPS menyebut seluruh 17 lapangan usaha mengalami pertumbuhan. Ini menjadi salah satu fakta penting di balik capaian 5,20 persen tersebut. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi Sumsel tidak hanya berasal dari satu sektor saja.
Tiga sektor yang menjadi penopang utama adalah pertambangan, industri pengolahan dan perdagangan, dengan kontribusi gabungan sekitar 56 persen terhadap struktur ekonomi.
Namun, dari sisi sumber pertumbuhan, perdagangan justru menjadi sektor yang paling menonjol.
Angka 5,20 persen sebenarnya bisa dibaca lebih sederhana. Ekonomi daerah sedang bergerak karena ada aktivitas produksi, perdagangan dan konsumsi yang terus berlangsung.
Baca Juga:Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
Ketika masyarakat berbelanja, pedagang mendapatkan pendapatan. Ketika perdagangan meningkat, distribusi barang bergerak. Ketika industri tumbuh, kebutuhan bahan baku, tenaga kerja dan jasa ikut bergerak. Sementara pertambangan tetap menjadi salah satu fondasi besar ekonomi Sumsel.
Karena itu, angka pertumbuhan ekonomi tidak sekadar menunjukkan bahwa PDRB meningkat. Di baliknya terdapat arus aktivitas ekonomi yang saling terhubung.
Pada triwulan II 2026, kontribusi Sumatera Selatan terhadap perekonomian Pulau Sumatera mencapai 13,64 persen. BPS juga mencatat Sumsel menjadi provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga di Sumatera pada periode tersebut.
Dengan pertumbuhan 5,20 persen dan konsumsi rumah tangga yang masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar, perkembangan ekonomi Sumsel ke depan akan sangat menarik untuk dilihat: apakah belanja masyarakat tetap kuat, perdagangan terus tumbuh, dan apakah sektor komoditas mampu memberikan dorongan yang lebih besar pada periode berikutnya.