- Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,20 persen pada triwulan II 2026 dengan pencapaian PDRB atas dasar harga berlaku Rp199,05 triliun.
- Konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 60,14 persen terhadap struktur ekonomi wilayah tersebut.
- Seluruh 17 lapangan usaha mengalami pertumbuhan, menempatkan Sumsel sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi ketiga di Pulau Sumatera.
SuaraSumsel.id - Ekonomi Sumatera Selatan tumbuh 5,20 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2026. Di balik angka tersebut, ada satu pertanyaan yang lebih menarik bagi masyarakat: sebenarnya uang di Sumsel paling banyak berputar di mana?
Kepala BPS Sumatera Selatan Moh Wahyu Yulianto mengatakan pertumbuhan ekonomi Sumsel pada triwulan II 2026 tercermin dari nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku yang mencapai Rp199,05 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan mencapai Rp105,44 triliun. Secara kuartalan, ekonomi Sumsel juga tumbuh 4,51 persen.
“Besaran pertumbuhan ekonomi Sumsel secara yoy tumbuh sebesar 5,20 persen. Sementara, secara qtq ekonomi Sumsel tumbuh 4,51 persen,” kata Wahyu dalam pemaparan di Palembang.
Jadi, uang masyarakat Sumsel paling banyak berputar di mana?
Baca Juga:Terungkap Peran 3 Pelaku Begal Polisi di Palembang, Ada yang Tusuk dan Ambil Kunci Motor
Jika dilihat dari sisi pengeluaran, jawabannya mengarah kuat kepada konsumsi rumah tangga. BPS mencatat konsumsi rumah tangga memiliki kontribusi sekitar 60,14 persen terhadap struktur ekonomi Sumsel pada triwulan II 2026. Bahkan, konsumsi rumah tangga menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan andil 2,83 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumsel.
Artinya, aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari—mulai dari membeli kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman, menggunakan jasa, hingga berbelanja berbagai kebutuhan—memiliki peran besar dalam menjaga roda ekonomi Sumsel tetap bergerak.
Jadi, pertumbuhan ekonomi Sumsel bukan hanya cerita tentang perusahaan besar atau komoditas tambang. Aktivitas belanja masyarakat juga menjadi salah satu mesin utamanya.
Dari sisi lapangan usaha, perdagangan menjadi salah satu sektor yang paling menonjol. BPS mencatat sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 8,71 persen pada triwulan II 2026. Sektor ini juga menjadi sumber pertumbuhan tertinggi dari sisi lapangan usaha dengan andil 1,04 persen.
Angka tersebut memberikan gambaran bahwa aktivitas jual beli di Sumsel masih bergerak cukup kuat.
Baca Juga:Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
Mulai dari perdagangan kebutuhan sehari-hari hingga transaksi kendaraan dan jasa terkait, aktivitas di sektor ini menjadi salah satu jalur penting bagaimana uang berpindah dari konsumen ke pelaku usaha, kemudian kembali berputar dalam perekonomian.
Lalu, bagaimana dengan batu bara dan pertambangan?
Pertambangan tetap menjadi bagian besar dalam struktur ekonomi Sumsel. BPS mencatat lapangan usaha pertambangan dan penggalian memiliki kontribusi sekitar 23,86 persen terhadap perekonomian Sumsel. Namun, pertumbuhannya tercatat 1,37 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan sektor perdagangan yang mencapai 8,71 persen.
Artinya, pertambangan tetap sangat besar dari sisi ukuran ekonomi, tetapi bukan satu-satunya sektor yang membuat pertumbuhan Sumsel bergerak.
Ini menjadi bagian menarik dari angka pertumbuhan 5,20 persen.
Ekonomi Sumsel memiliki beberapa mesin sekaligus: komoditas dan pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, serta konsumsi masyarakat. Selain pertambangan dan perdagangan, industri pengolahan juga memiliki posisi penting.