- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan pada Senin, 10 Agustus 2026.
- Suhu udara di wilayah dataran rendah mencapai 34 derajat Celsius dengan kecepatan angin maksimal 32 kilometer per jam.
- Peringatan tersebut disampaikan karena wilayah Sumatera Selatan sedang menghadapi periode puncak musim kemarau pada Agustus hingga September 2026.
SuaraSumsel.id - Sumatera Selatan menghadapi cuaca yang cukup panas pada Senin (10/8/2026). Suhu di sejumlah wilayah dataran rendah diprakirakan mencapai 34 derajat Celsius, sementara angin dapat bertiup hingga 32 kilometer per jam. Di tengah kondisi tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kondisi tersebut menjadi perhatian terutama di wilayah Sumsel yang sedang berada dalam periode musim kemarau. Sebelumnya, BMKG memprediksi puncak musim kemarau Sumsel berlangsung pada Agustus hingga September 2026 dan meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Prakirawan BMKG Sumsel dalam prakiraan cuaca yang diperbarui Senin (10/8/2026) pukul 06.30 WIB menyampaikan peringatan agar masyarakat mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan yang sangat mudah terjadi di wilayah Sumatera Selatan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, cuaca Sumsel pada pagi hari diprediksi cerah berawan. Memasuki siang hingga sore, kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Pada malam hari kembali cerah berawan, sedangkan dini hari berpotensi cerah berawan hingga berawan.
Baca Juga:Temukan Titik Karhutla di Sumsel, Ekspedisi Hutan Merdeka Sudah Tempuh 900 Km
Di tengah kondisi tersebut, suhu udara wilayah dataran rendah Sumsel diprakirakan berada pada kisaran 24–34 derajat Celsius.
Wilayah yang masuk kategori dataran rendah tersebut meliputi Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir (OKI). Sementara kelembapan udara diprakirakan berkisar 45–98 persen.
Adapun angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 7–32 kilometer per jam. Kondisi suhu berbeda diprakirakan terjadi di wilayah dataran tinggi Sumsel.
Daerah seperti Pagaralam, Empat Lawang, Lubuklinggau, Lahat dan OKU Selatan diprakirakan memiliki suhu udara antara 19–33 derajat Celsius.
Kelembapan udara di kawasan tersebut berada pada kisaran 50–100 persen. Perbedaan suhu tersebut membuat kondisi cuaca di Sumsel tidak seragam. Namun, BMKG tetap memberikan peringatan dini potensi karhutla untuk wilayah Sumatera Selatan secara umum.
Baca Juga:Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
Peringatan BMKG tersebut datang ketika Sumsel memasuki periode yang diprediksi menjadi puncak musim kemarau. BMKG sebelumnya menyebut puncak musim kemarau di Sumsel diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September 2026. Kondisi kering tersebut membuat kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla perlu ditingkatkan.
BMKG juga mencatat sejumlah wilayah Sumsel mengalami periode hari tanpa hujan yang cukup panjang. Meski hujan sempat terjadi pada akhir Juli akibat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), kondisi tersebut belum sepenuhnya menghilangkan potensi karhutla.