- Kerusuhan pecah di perkebunan PT BCP, OKI, pada 23 Juni 2026 akibat sengketa pengamanan buah kelapa sawit oleh aparat.
- Insiden tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka tembak serta menyebabkan pembakaran sejumlah fasilitas mess karyawan PT BCP.
- Polda Sumsel dan Polres OKI kini mengerahkan personel tambahan untuk mengendalikan situasi dan menyelidiki penyebab munculnya letusan senjata.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya menyatakan kepolisian saat ini fokus menjaga keamanan sekaligus mengusut seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.
"Kami memastikan situasi tetap terkendali dan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Seluruh fakta akan didalami, termasuk penyebab warga mengalami luka dan peristiwa pembakaran fasilitas perusahaan," ujarnya.
Polisi juga terus mengumpulkan keterangan saksi serta barang bukti untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Percayakan proses penanganan kasus ini kepada kepolisian," tegas Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto.
Baca Juga:Dua Warga Alami Luka Tembak, Mess PT BCP Dibakar: Apa yang Terjadi di Lempuing?
Hingga Rabu (24/6/2026), aparat masih melakukan penyelidikan terkait sumber letusan, penyebab dua warga mengalami luka tembak, serta pihak-pihak yang terlibat dalam aksi perusakan dan pembakaran fasilitas PT BCP di Kecamatan Lempuing.