- Dinas Kesehatan Sumatera Selatan mencatat 523 kasus Flu Singapura pada anak selama 23 minggu pertama tahun 2026.
- Penyakit menular ini sering terlambat dideteksi karena gejalanya menyerupai sariawan dan flu biasa pada anak usia dini.
- Pemerintah daerah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta menjaga kebersihan guna menekan penyebaran virus di sekolah dan rumah.
Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?
Sebagian besar kasus Flu Singapura dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar 7 hingga 10 hari. Namun orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila muncul tanda-tanda yang lebih berat.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain:
- Anak sulit makan dan minum
- Tanda-tanda dehidrasi
- Kejang
- Sesak napas
- Penurunan kesadaran
- Demam tinggi yang tidak kunjung turun
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan komplikasi yang lebih serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis.
Cara Mencegah Flu Singapura
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Hadirkan BSB Prioritas, Layanan Perbankan Premium Sentuhan Personal
Dinas Kesehatan Sumsel dan RSMH mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menekan penyebaran penyakit.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Membiasakan anak mencuci tangan dengan sabun
- Tidak berbagi alat makan dan minum
- Menjaga kebersihan mainan dan lingkungan
- Mengajarkan etika batuk dan bersin yang benar
- Memastikan anak cukup istirahat dan mendapatkan gizi seimbang
- Mengistirahatkan anak di rumah jika mulai menunjukkan gejala
Jika ditemukan anak yang mengalami gejala Flu Singapura di sekolah atau tempat bermain, orang tua diminta segera melakukan pemeriksaan dan membatasi kontak dengan anak lain hingga kondisi membaik.
Dengan jumlah kasus yang telah mencapai ratusan di Sumatera Selatan, kewaspadaan menjadi langkah penting agar penyebaran Flu Singapura tidak semakin meluas, terutama di lingkungan sekolah dan tempat bermain anak-anak
Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Layanan Digital, Beli Paket Data Telkomsel Kini Bisa di BSB Mobile