Kampung Perigi, Kampung Tua di Palembang yang Menjaga Tradisi Kopi dan Roti Ratusan Tahun

Kampung Perigi di tepian Sungai Musi, Palembang, merupakan kawasan bersejarah yang melestarikan warisan budaya, kuliner, dan tradisi lokal.

Tasmalinda
Minggu, 21 Juni 2026 | 15:35 WIB
Kampung Perigi, Kampung Tua di Palembang yang Menjaga Tradisi Kopi dan Roti Ratusan Tahun
kampung Perigi, kota Palembang, Sumatera Selatan [Instagram]
Baca 10 detik
  • Kampung Perigi di tepian Sungai Musi, Palembang, merupakan kawasan bersejarah yang melestarikan warisan budaya, kuliner, dan tradisi lokal.
  • Kawasan ini mempertahankan tradisi minum kopi serta kuliner khas yang mencerminkan akulturasi budaya dari berbagai bangsa masa lampau.
  • Kampung Perigi kini menjadi destinasi wisata budaya yang melindungi profesi perajin aluminium tradisional terakhir dari ancaman kepunahan zaman.

SuaraSumsel.id - Di tengah pesatnya perkembangan Kota Palembang, masih ada satu kampung tua yang menyimpan jejak sejarah, budaya, dan tradisi kuliner yang telah bertahan selama ratusan tahun. Kampung Perigi, yang berada di tepian Sungai Musi, bukan hanya menjadi saksi perjalanan panjang Palembang sebagai kota perdagangan, tetapi juga menyimpan cerita tentang budaya minum kopi, aneka roti tradisional, hingga keterampilan membuat peralatan rumah tangga yang kini hampir punah.

Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain Palembang selain Jembatan Ampera dan pempek, Kampung Perigi menawarkan pengalaman berbeda. Di kampung inilah berbagai tradisi lama masih hidup melalui cerita warga, kuliner, dan aktivitas masyarakat yang diwariskan lintas generasi.

Di Mana Kampung Perigi?

Kampung Perigi merupakan salah satu kawasan permukiman tua di Palembang yang berada di kawasan tepian Sungai Musi. Lokasinya menyimpan banyak jejak sejarah kehidupan masyarakat sungai yang sejak dahulu menjadi urat nadi perdagangan dan peradaban di Palembang.

Baca Juga:Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh

Kampung ini kini dikenal sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan kegiatan budaya yang memperkenalkan kembali warisan kuliner dan tradisi masyarakat Palembang kepada generasi muda.

Palembang merupakan salah satu kota tertua di Indonesia dengan usia lebih dari 1.300 tahun. Selama berabad-abad, kota ini menjadi tempat bertemunya berbagai bangsa dari Tiongkok, India, Arab, hingga Persia yang datang untuk berdagang. Interaksi tersebut melahirkan akulturasi budaya yang masih dapat ditemukan hingga sekarang, termasuk dalam tradisi minum kopi dan kebiasaan menikmati roti serta kue-kue tradisional.

Sejarawan Palembang sekaligus pelopor berdirinya Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, RM Ali Hanafiah, menjelaskan bahwa tradisi minum kopi masyarakat Palembang tidak dapat dipisahkan dari keberagaman budaya yang tumbuh sejak masa Kesultanan Palembang Darussalam.

"Macam-macam roti dan kue selalu menemani ritual minum kopi orang Palembang. Kekayaan kuliner itu mencerminkan keragaman budaya yang berkembang di kota ini," ungkapnya dalam rangkaian kegiatan budaya Masak Tepi Sungai 2026.

Tradisi tersebut masih dapat ditemukan di Kampung Perigi, tempat warga terus menjaga kebiasaan yang telah berlangsung selama beberapa generasi.

Baca Juga:Terbang ke Kuala Lumpur Kini Lebih Mudah, AirAsia Tambah Penerbangan dari Palembang

Budaya Kopi Palembang yang Dipengaruhi Arab, India, dan Persia

Kopi bukan sekadar minuman bagi masyarakat Palembang. Di balik secangkir kopi tersimpan cerita panjang tentang perjalanan budaya dan perdagangan.

Pelaku usaha kopi sekaligus warga Kampung Arab Al-Munawwar, Abu Bakar Syukri, menjelaskan bahwa masyarakat di wilayah hulu Sumatera Selatan mengenal kopi dengan istilah "kawe". Kata tersebut diduga berasal dari kata "qahwah" dalam bahasa Arab, yang menunjukkan adanya hubungan erat antara masyarakat Palembang dan para pedagang Arab sejak masa lampau.

Pengaruh India juga memberi warna tersendiri dalam budaya kopi Palembang. Fotografer dan pegiat budaya Obay Minoral menceritakan bahwa toko-toko kopi yang dikelola komunitas peranakan India pernah menjadi tempat berkumpul yang sangat populer di Palembang. Salah satu warisan kuliner yang masih bertahan hingga kini adalah martabak telur yang disajikan dengan kuah kari.

"Toko kopi dulu bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang pertemuan berbagai kelompok masyarakat," ujarnya.

Keberadaan budaya kopi yang dipengaruhi berbagai bangsa inilah yang membuat tradisi kopi Palembang berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak