- Bulan Muharram merupakan bulan mulia dalam Islam yang dianjurkan untuk memperbanyak amalan puasa sunnah menurut hadis Rasulullah.
- Puasa pada tanggal 1 Muharram diperbolehkan sebagai bagian dari ibadah sunnah bulan Muharram, meski tanpa dalil hadis khusus.
- Umat Islam dianjurkan fokus pada puasa Tasu'a dan Asyura serta memperbanyak amal saleh lainnya sepanjang bulan Muharram.
SuaraSumsel.id - Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Tak sedikit umat Muslim yang memanfaatkan momen pergantian Tahun Baru Hijriah dengan menjalankan puasa sunnah pada 1 Muharram. Namun pertanyaan yang sering muncul setiap tahun adalah, apakah puasa 1 Muharram memang dianjurkan dalam Islam atau hanya tradisi yang berkembang di masyarakat?
Pertanyaan tersebut penting dijawab agar umat Islam dapat menjalankan ibadah berdasarkan tuntunan yang benar dan tidak sekadar mengikuti kebiasaan yang beredar.
Muharram sendiri termasuk salah satu dari empat bulan haram atau bulan yang dimuliakan Allah SWT. Keutamaan bulan ini disebutkan dalam Al-Qur'an dan sejumlah hadis Nabi Muhammad SAW.
Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: "Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah, yaitu bulan Muharram." (HR Muslim)
Baca Juga:Apa Itu Puasa Tasua dan Asyura 2025? Ini Jadwal dan Keutamaannya
Hadis tersebut menjadi dasar bagi para ulama bahwa memperbanyak puasa sunnah selama bulan Muharram merupakan amalan yang dianjurkan.
Lalu bagaimana dengan puasa tepat pada tanggal 1 Muharram?
Ulama menjelaskan bahwa tidak terdapat hadis sahih yang secara khusus memerintahkan puasa hanya pada tanggal 1 Muharram. Namun, karena tanggal tersebut berada di bulan Muharram yang memiliki keutamaan untuk memperbanyak puasa sunnah, maka menjalankannya tetap diperbolehkan dan termasuk amalan yang baik.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, dalam berbagai kajiannya menjelaskan bahwa puasa pada awal Muharram boleh dilakukan sebagai bagian dari puasa sunnah di bulan Muharram. Namun umat Islam tidak boleh meyakini adanya keutamaan khusus yang tidak memiliki dasar hadis yang kuat.
Dengan kata lain, puasa 1 Muharram bukanlah ibadah yang dilarang. Sebaliknya, ia termasuk dalam kategori puasa sunnah yang dapat dilakukan untuk mengisi bulan Muharram dengan amalan saleh.
Baca Juga:Benarkah Warga Sumsel Minum Susu di 1 Muharram? Ini Makna dan Doa Mujarabnya
Selain puasa 1 Muharram, umat Islam juga dianjurkan menjalankan puasa Tasu'a pada 9 Muharram dan puasa Asyura pada 10 Muharram yang memiliki keutamaan lebih spesifik.
Rasulullah SAW bersabda: "Puasa Asyura dapat menghapus dosa setahun yang lalu." (HR Muslim)
Karena itu, banyak ulama menganjurkan umat Islam memperbanyak puasa selama Muharram, terutama pada tanggal 9 dan 10 Muharram.
Bagi umat Islam yang ingin menjalankan puasa sunnah pada 1 Muharram, niatnya dapat dibaca sebagai berikut: Nawaitu shauma syahri Muharramin sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya berniat puasa sunnah di bulan Muharram karena Allah Ta'ala."