- Video remaja menghirup lem di kawasan Jembatan Ampera Palembang viral dan memicu keprihatinan publik terkait masalah sosial perkotaan.
- Polrestabes Palembang menyisir lokasi pada 26 Mei 2026 dan mengamankan sejumlah anak untuk didata serta diberikan pembinaan humanis.
- Pihak kepolisian menegaskan perlunya kerja sama pemerintah, keluarga, dan masyarakat untuk melindungi anak dari penyalahgunaan zat adiktif tersebut.
Namun bagi sebagian masyarakat, persoalan ini dinilai tidak cukup selesai hanya dengan razia atau pembinaan sesaat.
Publik mulai mempertanyakan apakah ruang aman bagi anak-anak di kota benar-benar sudah tersedia, terutama bagi mereka yang hidup di lingkungan rentan dan minim pengawasan sosial.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya mengatakan penanganan anak jalanan membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, pemerintah daerah, hingga masyarakat.
“Anak-anak ini harus diselamatkan melalui pembinaan bersama agar tidak terjerumus lebih jauh,” katanya.
Baca Juga:Dekat Pabrik Pusri, Petani di Palembang Justru Mengeluh Pupuk Subsidi Sulit Didapat
Fenomena viral di kawasan Ampera ini akhirnya tidak hanya menjadi persoalan ketertiban umum, tetapi juga cermin persoalan sosial perkotaan yang mulai dirasakan masyarakat Palembang.
Di balik ramainya lampu kota dan aktivitas wisata, publik kini mulai melihat sisi lain kehidupan anak-anak jalanan yang hidup di ruang publik tanpa perlindungan memadai.