Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit Siapa yang Biarkan?

Kebakaran belasan sumur minyak ilegal terjadi di perkebunan sawit PT Hindoli, Musi Banyuasin, pada 31 Maret 2026.

Tasmalinda
Rabu, 01 April 2026 | 23:10 WIB
Api Tak Pernah Padam di Kebun Hindoli: Sumur Minyak Ilegal di Lahan Sawit Siapa yang Biarkan?
ilustrasi pemadaman sumur minyak di Musi Banyuasin terbakar.
Baca 10 detik
  • Kebakaran belasan sumur minyak ilegal terjadi di perkebunan sawit PT Hindoli, Musi Banyuasin, pada 31 Maret 2026.
  • Api diduga berasal dari aktivitas penyedotan minyak menggunakan mesin yang menyambar penampungan hingga menghanguskan kendaraan operasional.
  • Polda Sumatera Selatan sedang menyelidiki penyebab kebakaran serta menelusuri pihak yang terlibat dalam praktik pengeboran minyak ilegal tersebut.

SuaraSumsel.id - Kebakaran sumur minyak ilegal kembali terjadi di kawasan perkebunan sawit PT Hindoli, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), pada Senin malam, 31 Maret 2026. Kobaran api yang melahap belasan titik sumur dalam satu waktu itu seolah menegaskan satu hal: persoalan ini belum pernah benar-benar selesai.

Dalam kejadian tersebut, sedikitnya belasan sumur minyak ilegal terbakar. Api diduga berasal dari aktivitas penyedotan minyak menggunakan mesin, yang kemudian menyambar penampungan dan merembet ke titik lain. Sejumlah kendaraan operasional dilaporkan ikut hangus dalam insiden itu.

Tim gabungan dari Polda Sumatera Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya, S.I.K., M.H mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab kebakaran sekaligus menelusuri pihak-pihak yang terlibat.

“Kami masih melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk mengumpulkan keterangan saksi dan mengamankan barang bukti. Termasuk kemungkinan adanya keterlibatan oknum juga sedang kami dalami,” ujarnya.

Baca Juga:Profil 4 Pimpinan DPRD Sumsel, Ini Rincian Anggaran Rumah Dinas Miliaran Masing-Masing

Namun di balik pernyataan resmi tersebut, publik justru menyoroti persoalan yang lebih mendasar. Aktivitas pengeboran minyak ilegal di kawasan Hindoli bukan hal baru. Praktik ini sudah berlangsung lama, dengan skala yang tidak kecil, melibatkan peralatan, jalur distribusi, hingga kendaraan pengangkut minyak.

Kapolsek Keluang, AKP Agus Triyono, mengakui bahwa aktivitas illegal drilling di wilayahnya masih menjadi pekerjaan rumah besar. “Kami bersama tim terus melakukan penertiban. Namun memang aktivitas ini sering muncul kembali di lokasi yang berbeda atau bahkan di titik lama,” katanya.

Secara logika, aktivitas sebesar itu sulit terjadi tanpa diketahui. Terlebih lokasi sumur berada di dalam area hak guna usaha (HGU) perkebunan sawit milik perusahaan besar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan kritis: di mana pengawasan selama ini?

Seorang warga Keluang yang enggan disebutkan namanya menyebut aktivitas illegal drilling sudah seperti “rahasia umum”. “Sudah lama ada. Orang keluar masuk, ada mesin, ada mobil. Jadi kalau dibilang tidak tahu, rasanya sulit dipercaya,” katanya.

Kebakaran yang berulang juga memperlihatkan lemahnya penanganan preventif. Setiap kali api muncul, aparat turun, melakukan olah TKP, lalu penyelidikan berjalan. Namun tidak lama kemudian, aktivitas serupa kembali terjadi di lokasi yang sama atau tidak jauh dari titik sebelumnya.

Baca Juga:Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush

Di sisi lain, faktor lokasi yang berada di tengah perkebunan sawit memang kerap disebut sebagai kendala, terutama dalam hal akses dan pemadaman saat kebakaran. Namun alasan ini dinilai tidak cukup untuk menjelaskan mengapa puluhan sumur ilegal bisa berkembang tanpa terdeteksi lebih awal.

Tanpa standar keselamatan, aktivitas penyedotan minyak mentah juga sangat rentan memicu kebakaran. Percikan kecil saja bisa berubah menjadi kobaran api besar yang sulit dikendalikan, seperti yang kembali terjadi di Hindoli.

Kini, aparat kepolisian menyatakan kasus ini menjadi prioritas. Penelusuran terhadap pemilik sumur dan jaringan distribusi minyak ilegal tengah dilakukan. Namun publik menunggu lebih dari sekadar penyelidikan.

Pertanyaan yang mengemuka bukan hanya siapa pelaku di lapangan, tetapi siapa yang selama ini membiarkan praktik tersebut berlangsung. Selama jawaban atas pertanyaan itu belum terungkap, api di Hindoli dikhawatirkan tidak akan pernah benar-benar padam—hanya menunggu waktu untuk kembali menyala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak