Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi

Pemutaran film "Pelangi di Mars" di Palembang memicu anak-anak membicarakan cita-cita masa depan setelah menonton.

Tasmalinda
Selasa, 24 Maret 2026 | 23:18 WIB
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
Pemain dan Sutradara Film Pelangi di Mars, Upie Guava saat nonton bareng [dok]
Baca 10 detik
  • Pemutaran film "Pelangi di Mars" di Palembang memicu anak-anak membicarakan cita-cita masa depan setelah menonton.
  • Film ini bertujuan menanamkan imajinasi cita-cita dan kepemimpinan masa depan bagi generasi muda Indonesia.
  • Proses produksi film ini melibatkan riset lima tahun serta penggunaan teknologi visual modern seperti *game engine* dan latar LED.

SuaraSumsel.id - Roadshow film Pelangi di Mars menyambangi CGV Social Market Palembang, Senin (23/3/2026), menghadirkan langsung para pembuat dan pengisi suara di balik film keluarga tersebut. Kehadiran mereka tak hanya menyapa penonton, tetapi juga menghadirkan pengalaman menonton yang berbeda, ketika anak-anak tidak sekadar menikmati film, melainkan mulai membicarakan mimpi dan masa depan mereka sendiri.

Di dalam studio, anak-anak larut dalam petualangan Pelangi bersama robot-robot lucu di Mars. Tawa pecah, rasa tegang sesekali muncul, lalu berganti decak kagum. Namun momen paling menarik justru terjadi setelah layar padam.

Percakapan kecil mulai terdengar.

Ada yang ingin menjadi ilmuwan, membayangkan menjelajah luar angkasa, hingga menciptakan teknologi seperti yang mereka lihat di layar. Dari situ, kekuatan film ini terasa tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi berlanjut menjadi percikan imajinasi.

Baca Juga:Selain Rendang, 7 Lauk Ketupat Khas Sumsel Ini Diam-Diam Jadi Favorit Saat Lebaran

Sutradara Upie Guava menyebut film ini lahir dari kegelisahan bersama yang dekat dengan realitas anak-anak saat ini. Ia menilai, semakin sedikit film yang mampu menghadirkan narasi tentang cita-cita.

“Dulu kita punya banyak cita-cita waktu kecil, mau jadi dokter, pilot, jurnalis tapi sekarang malah jarang film yang menghantarkan narasi cita-cita tersebut, bahkan makin tidak ada. Padahal imajinasi penting supaya anak berkembang dengan cita-citanya,” ujarnya usai nobar.

Melalui karakter Pelangi yang berani memimpin robot-robot di Mars, para film makers ingin menanamkan keyakinan bahwa anak Indonesia juga bisa menjadi pemimpin masa depan, bahkan di dunia yang belum pernah mereka bayangkan.

Film ini tidak berhenti sebagai hiburan semata. Di balik alur yang ringan, terselip isu besar seperti pemanasan global, sekaligus penghormatan pada sosok astronot Indonesia.

Produser Dendi Reynando mengakui, ide film ini berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai seorang ayah yang merasa pilihan film anak Indonesia masih terbatas. “Saya sering ajak anak, tapi film anak Indonesia yang benar-benar kuat itu jarang. Dari situ muncul keinginan untuk membuat sesuatu yang mengisi ruang tersebut,” katanya.

Baca Juga:Bank Sumsel Babel Siapkan Rp1,2 Triliun Jelang Idulfitri 1447 H, Antisipasi Lonjakan Transaksi

Pertemuan dengan sang sutradara kemudian melahirkan ide film Pelangi di Mars. Keduanya sepakat menghadirkan film dengan pendekatan fiksi ilmiah, agar anak-anak mulai mengenal kemungkinan masa depan sejak dini.

Menurut Dendi, banyak tokoh besar di dunia teknologi juga tumbuh dari kebiasaan membaca buku ilmiah dan membayangkan masa depan sejak kecil. Karena itu, film seperti ini diharapkan bisa menjadi pintu masuk pada cita-cita tersebut,

“Kita ingin anak-anak punya idola baru. Dari situ mereka bisa membayangkan ingin jadi apa nanti,” ujarnya.

Respons penonton di Palembang juga beragam. Usai pemutaran, anak-anak langsung menyebut karakter favorit mereka. Kimchi yang menggemaskan, Batik yang setia, hingga keberanian Pelangi menjadi topik yang terus dibicarakan.

Di balik cerita yang ringan, proses produksi film ini tidak sederhana. Dibutuhkan waktu hingga lima tahun riset, termasuk penggunaan teknologi visual berbasis game engine dan latar LED real time yang sudah mulai digunakan dalam industri film global.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa film anak Indonesia mulai bergerak lebih modern, tidak hanya dari sisi cerita, tetapi juga teknologi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak