- PT Pertamina EP Zona 4 berhasil mengembangkan sumur baru LBK-030 di Muara Enim dengan potensi produksi 3.073 BOPD.
- Hasil uji aliran pada 9 Mei 2026 menunjukkan estimasi produksi optimum sumur tersebut mencapai 718 BOPD minyak.
- Operasi pengeboran sumur ini mencatatkan 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan demi mendukung target produksi migas nasional 2026.
SuaraSumsel.id - Upaya menjaga produksi migas nasional terus dilakukan dari berbagai lapangan di daerah. Kali ini, kabar positif datang dari Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, setelah PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mengembangkan sumur baru LBK-030 (LKT-24) di Kecamatan Lembak dengan potensi produksi mencapai 3.073 barel minyak per hari (BOPD).
Tak hanya minyak, sumur tersebut juga memiliki potensi gas sebesar 1,64 juta barel kubik standar per hari (MMSCFD) dengan water cut 0 persen. Angka itu diperoleh melalui initial flow test yang dilakukan pada 9 Mei 2026 menggunakan metode open choke.
Hasil Multi Rate Test menunjukkan sumur LBK-030 nantinya akan diproduksikan pada bean 9 mm dengan estimasi produksi optimum minyak sekitar 718 BOPD.
General Manager PEP Zona 4 Djudjuwanto mengatakan pengembangan sumur baru menjadi bagian dari langkah berkelanjutan perusahaan dalam mendukung target produksi migas nasional.
Baca Juga:Nenek 87 Tahun di Muara Enim Tewas di Tangan Anak dan Cucu, Ini Motifnya
“PEP Zona 4 terus melakukan pengembangan potensi sumber-sumber energi baru. LBK-030 menjadi cerminan keseriusan perusahaan untuk berkontribusi mencapai target produksi nasional,” kata Djudjuwanto.
Ia menambahkan, berbagai inovasi teknis pengeboran yang dilakukan PEP Zona 4 mulai menunjukkan hasil signifikan di sejumlah wilayah kerja.
LBK-030 merupakan sumur pengembangan (development well) yang berada di Struktur Lembak milik PEP Prabumulih Field. Sumur ini diproyeksikan ikut menopang target produksi PEP Prabumulih Field pada 2026 yang mencapai 9.519 BOPD dan 99 MMSCFD.
Keberhasilan ini juga menandai pengembangan sumur kelima pada struktur interfield antara Lembak Kemang dan Tapus. Sebelumnya, tim Subsurface Development Area 2 PEP Zona 4 telah berhasil mengerjakan sumur step out LBK-25 pada Oktober 2024.
Selain peningkatan produksi, aspek keselamatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan sumur tersebut. Operasi pengeboran LBK-030 berhasil mencatatkan 42.168 jam kerja tanpa kecelakaan sejak tajak dimulai.
Baca Juga:PTBA dan BKMT Muara Enim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Kelas Kreasi Vol 7
Senior Manager Subsurface Development and Planning Reza Nur Ardianto mengatakan perusahaan akan melanjutkan observasi produksi serta pressure build up (PBU) test guna memastikan keberlanjutan reservoir untuk pengembangan berikutnya.
“Keberhasilan pengembangan sumur LBK-030 tidak membuat kami berpuas diri. PEP Zona 4 akan terus melanjutkan upaya pengembangan dan optimasi produksi secara berkelanjutan,” ujar Reza.
PEP Zona 4 juga telah menyiapkan pengembangan lanjutan di sekitar area LBK-030. Setidaknya ada dua sumur lain yang akan dikembangkan tahun ini, yakni LKT-02 pada Mei 2026 dan LKT-23 pada kuartal ketiga 2026.
Keberhasilan proyek tersebut turut mendapat dukungan masyarakat dan pemerintah desa setempat. Sosialisasi pengeboran dilakukan tim Relations PHR Zona 4 pada 3 Maret 2026 sebelum tajak sumur dimulai pada 7 April 2026. Sementara proses komplesi selesai pada 11 Mei 2026.
PEP Zona 4 sebelumnya juga berhasil mengembangkan sumur TMB-028 di Struktur Tanjung Miring Barat milik PEP Limau Field di Muara Enim. Initial flow test pada April 2026 menunjukkan kapasitas produksi mencapai 369 BOPD.
Pencapaian tersebut akan dilanjutkan dengan pengeboran dua sumur pengembangan baru di kawasan Tanjung Miring Barat pada 2027.