Setelah Nyaris Rp18 Juta per Suku, Harga Emas Anjlok Rp800 Ribu: Gelembung Sesaat?

Harga emas perhiasan di Palembang anjlok Rp800 ribu per suku setelah sempat mencapai hampir Rp18 juta per suku.

Tasmalinda
Minggu, 01 Februari 2026 | 14:48 WIB
Setelah Nyaris Rp18 Juta per Suku, Harga Emas Anjlok Rp800 Ribu: Gelembung Sesaat?
Setelah nyaris Rp18 Juta per suku, harga emas anjlok Rp800 Ribu: gelembung sesaat?
Baca 10 detik
  • Harga emas perhiasan di Palembang anjlok Rp800 ribu per suku setelah sempat mencapai hampir Rp18 juta per suku.
  • Pengamat ekonomi menyatakan penurunan harga dipicu aksi ambil untung setelah lonjakan permintaan pasar yang tinggi.
  • Volatilitas harga emas saat ini dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global dan membuat pembeli menahan transaksi.

SuaraSumsel.id - Harga emas perhiasan yang sempat melambung hingga nyaris Rp18 juta per suku di Palembang kini justru anjlok Rp800 ribu per suku. Perubahan harga yang terjadi dalam waktu singkat ini memicu tanda tanya di kalangan masyarakat: apakah lonjakan sebelumnya benar-benar mencerminkan kekuatan pasar, atau sekadar euforia sementara?

Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas, harga emas perhiasan 22 karat turun signifikan dibanding beberapa hari sebelumnya. Padahal, dalam waktu relatif singkat, harga sempat melonjak tajam dan memicu minat beli masyarakat, baik untuk perhiasan maupun simpanan.

Fenomena harga emas yang naik cepat lalu terkoreksi tajam membuat sebagian pembeli mulai bersikap lebih hati-hati. Tak sedikit warga yang mengaku menunda transaksi karena khawatir harga masih berpotensi turun lebih dalam.

“Baru mau beli karena takut makin mahal, eh sekarang malah turun,” ujar salah seorang pembeli di kawasan pusat emas Palembang.

Baca Juga:Bank Sumsel Babel Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah melalui Implementasi SIPD RI

Pengamat Ekonomi Universitas Sriwijaya, Soekanto Sairuki, menilai fluktuasi harga emas perhiasan sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar. Menurutnya, penurunan harga setelah lonjakan tajam merupakan pola yang kerap terjadi akibat aksi ambil untung (profit taking).

“Harga emas naik ketika permintaan tinggi dan sebaliknya akan turun saat permintaan melemah. Penurunan biasanya terjadi setelah lonjakan signifikan karena ada pihak yang merealisasikan keuntungan,” ujarnya.
Meski demikian, Soekanto menegaskan bahwa pergerakan harga emas tidak berdiri sendiri.

“Pergerakan harga emas tetap berkaitan dengan kondisi ekonomi global yang berpotensi berdampak pada inflasi daerah,” tambahnya.

Pandangan senada disampaikan pengamat ekonomi Sumatra Selatan sekaligus dosen Universitas Muhammadiyah Palembang, Sri Rahayu. Ia menilai ketidakstabilan ekonomi global menjadi pemicu utama volatilitas harga emas saat ini.

“Kondisi ekonomi dunia penuh ketidakpastian, sehingga pergerakan harga emas menjadi sulit diprediksi. Naik dan turunnya bisa terjadi dalam waktu singkat,” katanya.

Baca Juga:Sumsel Capai Level Digital Tertinggi, BI Dorong Penguatan Proses Transaksi Daerah

Menurut Sri Rahayu, kondisi tersebut membuat emas tidak selalu bergerak stabil seperti anggapan sebagian masyarakat.

Selama ini emas kerap dipandang sebagai aset lindung nilai (safe haven). Namun fluktuasi harga yang terlalu cepat justru memunculkan risiko bagi pembeli jangka pendek, terutama mereka yang membeli saat harga berada di puncak.

Masyarakat perlu membedakan antara investasi jangka panjang dan pembelian spekulatif. Tanpa perhitungan matang, keputusan membeli emas saat harga melonjak justru berpotensi merugikan.

Sejumlah pedagang emas di Palembang mengakui bahwa kondisi harga saat ini membuat transaksi cenderung melambat. Sebagian konsumen memilih menunggu hingga harga kembali stabil sebelum membeli.

“Kalau naik-turun terlalu cepat, pembeli biasanya menahan dulu,” ujar seorang pedagang emas.

Anjloknya harga emas setelah lonjakan tajam menjadi pengingat bahwa harga emas tidak selalu bergerak satu arah. Lonjakan tinggi dalam waktu singkat bisa saja diikuti koreksi tajam, terutama saat pasar mulai kehilangan momentum.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini