Baca 10 detik
- Sebuah video viral menampilkan ustaz mengklaim mengajak jamaah bersahabat dengan Israel, memicu perdebatan di media sosial.
- Pemeriksaan fakta menunjukkan video tersebut aslinya berisi pesan toleransi dan perdamaian antarumat beragama, bukan ajakan politik.
- Kesimpulan akhir menyatakan klaim ajakan bersahabat dengan Israel merupakan hoaks yang berbahaya karena memelintir konteks.
Mengapa Klaim Ini Berbahaya?
Informasi seperti ini berpotensi:
- Memprovokasi perpecahan di tengah masyarakat yang sensitif terhadap isu agama dan geopolitik.
- Mengaburkan pesan asli damai dan toleransi yang disampaikan dalam video.
- Memicu kontroversi tidak berdasar, terutama seputar hubungan agama dan politik luar negeri.
Penting untuk selalu memeriksa konteks dan sumber asli sebelum menyimpulkan dari video atau unggahan yang beredar di media sosial.
Tips Cek Fakta Sebelum Share
Untuk menghindari menyebarkan hoaks serupa:
- Periksa konteks penuh video — apakah pesan yang dipotong justru berbeda dari isi sebenarnya.
- Cari versi lengkap atau sumber asli dari ceramah atau pidato yang diunggah.
- Bandingkan dengan pemberitaan media kredibel sebelum menarik kesimpulan yang menyangkut agama atau politik.
Dengan langkah sederhana ini, Anda dapat menjadi pengguna media sosial yang lebih cerdas dan bertanggung jawab.
Baca Juga:Kredit UMKM Sumsel Capai Rp41,3 Triliun, OJK Ungkap 7 Indikator Penguatan Ekonomi Daerah