- Hujan deras Rabu hingga Kamis (10-11 Desember 2025) menyebabkan banjir besar di Prabumulih akibat luapan Sungai Kelekar.
- Banjir melanda empat kecamatan, terdampak sekitar 4.000 kepala keluarga di minimal 21 wilayah.
- BPBD Prabumulih mengerahkan tim evakuasi warga lansia serta anak-anak dari rumah terendam.
SuaraSumsel.id - Hujan deras yang turun sejak Rabu hingga Kamis (10–11 Desember 2025) kembali memicu banjir besar di Kota Prabumulih. Intensitas hujan yang tinggi, disertai angin kencang dan meluapnya Sungai Kelekar beserta anak-anak sungainya, membuat air cepat memasuki permukiman warga. Dalam laporan resmi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Prabumulih, ketinggian air di sejumlah wilayah mencapai 50 hingga 100 sentimeter.
Bencana ini berdampak luas, melanda empat kecamatan yakni Prabumulih Timur, Prabumulih Utara, Prabumulih Barat, dan Cambai. Dari pendataan awal, sekitar 4.000 kepala keluarga terdampak banjir.
Petugas mencatat air masih menggenangi rumah-rumah warga dengan ketinggian 10 hingga 50 sentimeter di beberapa titik, membuat sebagian warga harus dievakuasi menuju lokasi yang lebih aman. Jalan-jalan utama pun ikut terputus akibat genangan yang cukup dalam.
Sebaran wilayah terdampak meliputi setidaknya 20 kelurahan dan satu desa, termasuk Karang Raja, Tugu Kecil, Mangga Besar, Sidogede, Muara Dua, Sukaraja, Majasari, Gunung Ibul, Prabujaya, Sindur, Cambai, hingga Desa Pangkul.
Baca Juga:Kondisi Terkini Jembatan Kelekar Prabumulih: Ambruk Dihantam Arus Deras, Akses Masih Terputus
Luapan air yang cepat membuat beberapa rumah terendam hingga separuh tinggi pintu, sementara sebagian warga memilih bertahan di lantai dua rumah mereka sambil menunggu bantuan.
Setelah menerima laporan pertama, BPBD Kota Prabumulih melalui Bidang Kedaruratan, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan langsung mengerahkan tim ke berbagai titik. Mereka melakukan penyisiran, mengevakuasi warga lanjut usia, anak-anak, serta membantu memindahkan barang-barang penting.
Anggota TNI, Polri, pihak kelurahan, dan masyarakat juga turut memperkuat proses penanganan di lapangan. Selain banjir, sejumlah pohon tumbang akibat angin kencang menambah tantangan petugas dalam membuka akses jalan yang terhambat.
“Petugas masih terus melakukan evakuasi dan pengecekan di lokasi yang terendam. Beberapa titik belum menunjukkan tanda-tanda surut,” demikian laporan Pusdalops-PB yang disampaikan kepada BNPB RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kota Prabumulih. Hingga Kamis malam, situasi masih dalam pemantauan intensif mengingat cuaca berpotensi kembali buruk.
BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya yang tinggal di dataran rendah atau dekat bantaran sungai. Warga diminta segera menghubungi posko penanganan bencana atau nomor layanan darurat jika membutuhkan bantuan evakuasi. Pemerintah daerah bersama BPBD menegaskan bahwa tim tetap siaga penuh hingga kondisi dinyatakan aman.
Baca Juga:Banjir Meluas di Prabumulih: 21 Kelurahan Terendam, Warga Mulai Dievakuasi