-
Profesi yang dulu dianggap remeh kini diprediksi akan melampaui gaji PNS di Sumatera Selatan pada tahun 2026.
-
Barista, atlet e-sports, content creator, terapis pijat, dan ahli lanskap menjadi pekerjaan dengan potensi penghasilan tinggi.
-
Pergeseran ini menandai perubahan nilai kerja, dari sekadar status ke arah kreativitas dan keahlian spesifik.
SuaraSumsel.id - Selama puluhan tahun, menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dianggap sebagai tiket ema menuju kehidupan mapan di Sumatera Selatan. Gaji tetap, tunjangan terjamin, dan pensiun di hari tua adalah impian yang dikejar jutaan orang. Namun, sebuah pergeseran tektonik di dunia kerja diprediksi akan menjungkirbalikkan semua itu.
Siap-siap kaget: para ahli memprediksi bahwa pada tahun 2026, sejumlah profesi yang selama ini dianggap remeh atau kelas dua justru akan memiliki penghasilan yang jauh melampaui gaji seorang PNS level menengah di Sumsel. Lupakan seragam Korpri, inilah lima pekerjaan tak terduga yang siap menjadi ladang cuan baru.
1. Tukang Kopi Profesional (Barista Bersertifikat)
Dulu Dianggap: "Cuma tukang bikin kopi."
Baca Juga:Stop Lakukan Ini! 5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Menguras Gaji UMR-mu
Dengan meledaknya budaya *ngopi* dan menjamurnya coffee shop premium di Palembang dan kota-kota lain di Sumsel, seorang barista bukan lagi sekadar penyeduh. Barista dengan sertifikasi Q Grader, keahlian latte art, dan kemampuan meracik manual brew adalah seorang seniman yang sangat dicari.
Gaji seorang *head barista* di kafe ternama, ditambah bonus dan tips, diprediksi bisa dengan mudah melampaui gaji PNS golongan III.

2. 'Tukang Main Game' (Atlet E-sports & Streamer)
Dulu Dianggap:"Kerjaan pemalas, buang-buang waktu."
Industri e-sports adalah raksasa yang terus tumbuh. Atlet e-sports profesional dari Sumsel yang berhasil masuk tim besar bisa mendapatkan gaji bulanan puluhan juta, belum termasuk hadiah turnamen yang nilainya ratusan juta hingga miliaran.
Baca Juga:Saat Gaji Istri Kalahkan Suami: 5 Aturan Main Biar Dompet Aman, Hati Tenang
Bahkan streamer game di platform seperti YouTube atau Twitch dengan audiens yang loyal bisa meraup penghasilan dari donasi dan sponsor yang jauh di atas gaji bulanan seorang PNS.
3. 'Tukang Bikin Video TikTok' (Digital Content Creator)
"Cuma joget-joget nggak jelas."
Di era ekonomi digital, perhatian adalah mata uang baru. Seorang *content creator* (TikToker, YouTuber, Selebgram) yang fokus pada niche tertentu (kuliner Palembang, wisata Sumsel, komedi lokal) dan berhasil membangun audiens yang besar adalah sebuah papan reklame berjalan.
Satu kali postingan *endorsement* produk lokal saja bisa setara dengan gaji PNS selama sebulan.

4. 'Tukang Pijat' Modern (Terapis Pijat Profesional/Spa Therapist)
"Pekerjaan rendahan tanpa keahlian."
Seiring meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental dan *wellness*, permintaan untuk terapis profesional meroket. Seorang terapis pijat yang memiliki sertifikasi (misalnya, pijat olahraga, refleksi, aromaterapi) dan bekerja di spa hotel bintang lima atau membuka praktik panggilan untuk kalangan atas di Palembang, bisa mematok tarif ratusan ribu per jam. Dalam sebulan, penghasilan mereka bisa jauh lebih fleksibel dan lebih besar daripada gaji tetap PNS.
5. 'Tukang Kebun' Kekinian (Ahli Lanskap & Pertanian Urban)
"Cuma urusan tanam-tanam." *
Dengan semakin banyaknya perumahan elite, kafe, dan perkantoran yang peduli estetika, jasa seorang ahli desain taman (lanskap) menjadi sangat premium. Di sisi lain, tren pertanian urban (hidroponik, aquaponik) juga membuka peluang bisnis baru.
Seorang ahli yang bisa menyulap lahan sempit menjadi kebun sayur produktif untuk memasok restoran-restoran premium bisa memiliki omzet yang sangat besar.
Pergeseran ini adalah sinyal kuat bagi generasi muda di Sumatera Selatan. Era di mana kesuksesan hanya diukur dari seragam PNS mungkin akan segera berakhir.
Dunia baru menghargai keahlian spesifik, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. Menurut Anda, profesi "remeh" apalagi yang berpotensi menjadi ladang uang baru di masa depan?
Bagikan prediksi Anda di kolom komentar