Bom Waktu Lingkungan di Sumsel: 3 Bencana Ekologis yang Mengintai Hingga 2030?

Di balik geliat ekonomi dan ekspansi infrastruktur, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menyimpan bom waktu ekologis yang bisa meledak kapan saja.

Tasmalinda
Jum'at, 10 Oktober 2025 | 13:04 WIB
Bom Waktu Lingkungan di Sumsel: 3 Bencana Ekologis yang Mengintai Hingga 2030?
bencana ekologis yang menjadi bom waktu lingkungan di Sumsel
Baca 10 detik
  • Sumatera Selatan menghadapi tiga ancaman ekologis besar yaitu kebakaran hutan, banjir, dan pencemaran lingkungan.

  • Kerusakan lahan gambut membuat wilayah Sumsel semakin rentan terhadap kebakaran dan banjir besar setiap tahun.

  • Aktivitas tambang batubara memperparah pencemaran air dan tanah serta menimbulkan risiko radiologi bagi manusia dan lingkungan.

SuaraSumsel.id - Di balik geliat ekonomi dan ekspansi infrastruktur, Sumatera Selatan (Sumsel) tengah menyimpan bom waktu ekologis yang bisa meledak kapan saja. Tiga ancaman besar  tersebut yakni kebakaran hutan & lahan (karhutla), banjir dan kerusakan gambut, serta pencemaran dan degradasi lahan.

Ketiganya sedang berjalan beriringan, menanti momentum untuk menimbulkan kerusakan sistemik yang parah.

1. Karhutla dan Lahan Gambut Mengering

Setiap musim kemarau, titik api menyala kembali. Hingga Juli 2025, tercatat 1.104 titik panas dan 64 peristiwa karhutla di Sumsel.

Baca Juga:Belajar Bahasa Palembang untuk Pemula: 10 Kata Unik Bikin Kamu Cepat Jadi Wong Kito

Dan selama 2024, Walhi mencatat bahwa lahan gambut yang sudah dirusak atau dikeringkan menjadi “bom kering” yang sangat rentan terbakar  terutama di kawasan konsesi sawit dan HTI. 

Ketika gambut kehilangan kemampuan menyimpan air, setiap percikan api dan suhu tinggi bisa memicu kebakaran masif.

2. Banjir, Subsiden, dan Degradasi Gambut

Gambut yang rusak juga memperbesar risiko banjir. Tanah yang dulunya menyerap air kini tidak mampu menahan limpasan hujan.

Sejak 2024, Sumsel mencatat 154 kejadian banjir di 14 kabupaten, menenggelamkan 91.000 rumah dan mempengaruhi lebih dari 365.000 jiwa.

Baca Juga:Herman Deru Wajibkan ASN Sumsel Pakai Wastra Tiap Jumat, Simbol Bangga Warisan Budaya Lokal

Distribusi konsesi perkebunan dan HTI yang masuk ke lahan gambut memperparah kondisi “lubang-lubang” drainase korporasi memperluas aliran air ke pemukiman rakyat.

3. Pencemaran, Degradasi Tanah & Risiko Radiologi

Pertambangan batubara di Sumsel tidak hanya menggerus lahan, tetapi juga membawa risiko pencemaran air, tanah, dan bahkan radiasi.

Sebuah studi di area tambang Tanjung Enim menyebutkan dugaan konsentrasi radionuklida (226Ra, 232Th, 40K) dalam batu bara dan tanah melebihi rata-rata global, dan potensi bahaya radiologis jangka panjang bagi pekerja dan lingkungan tak bisa diabaikan. 

Selain itu, aktivitas tambang dan alur transportasi batubara menyebarkan debu berat dan logam berat ke sungai dan tanah pertanian di sekitar—mengancam kesehatan dan mata pencaharian petani.

Petugas dari Manggala Agni Daops Banyuasin berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (21/9/2023). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa]
Petugas dari Manggala Agni Daops Banyuasin berupaya memadamkan kebakaran lahan di Desa Muara dua, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (21/9/2023). [ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/rwa]

Mengapa Ini Jadi “Bom Waktu”?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak