Festival Bulan Juni di Palembang Hadir Lagi, Komunitas Suarakan Krisis Lingkungan

Pada hari Kamis (5/6/2025 )kemarin itu, Festival Bulan Juni resmi dibuka sebuah perayaan sederhana namun sarat makna bagi setiap peserta yang hadir.

Tasmalinda
Jum'at, 06 Juni 2025 | 18:32 WIB
Festival Bulan Juni di Palembang Hadir Lagi, Komunitas Suarakan Krisis Lingkungan
Pembukaan festival di bulan Juni Palembang

Menurutnya, di balik niat baik program tersebut, tersembunyi strategi untuk menenangkan dan mengalihkan perhatian rakyat dari persoalan-persoalan struktural yang sebenarnya mendalam.

"Makan siang gratis itu dipakai negara untuk mencuci otak agar kita lupa siapa yang bikin negeri ini rusak. Kita di sini makan sama-sama sebagai solidaritas, bukan belas kasihan," ujarnya.

Pembukaan festival di bulan Juni di Palembang
Pembukaan festival di bulan Juni di Palembang

Esai, dan Puisi: Suara yang Melawan

Setelah makan siang, festival berlanjut ke sesi pembacaan esai dan puisi yang penuh emosi dan pesan mendalam. Asmaran Dani membuka dengan esai yang mengungkap musibah ekologis di berbagai penjuru Indonesia, yang ia lihat sebagai akibat dari keserakahan manusia yang dilegitimasi oleh kekuasaan negara.

Baca Juga:Panduan Lengkap Jadwal dan Lokasi Sholat Idul Adha di Palembang untuk Ibadah Khusyuk

Selanjutnya, Bella dari Readsistance membawakan esai yang menyayat hati tentang sebuah desa yang terpaksa berkonflik dengan kawanan gajah akibat proyek korporasi, menggambarkan trauma kolektif yang dialami oleh manusia dan satwa.

Di sela itu, JJ Polong mengalunkan puisi yang mengajak komunitas untuk bersatu membangun perlawanan.

Sementara itu, puisi-puisi dari Husni dan Himapersta menyuarakan kegelisahan mendalam atas kerusakan alam yang terus diperparah oleh kerakusan manusia dan sistem yang membiarkannya berlangsung tanpa hambatan.

"Puisi itu alat untuk menyampaikan amarah tanpa harus berteriak. Kita sampaikan lewat kata-kata, semoga bisa mengetuk kesadaran," ujar Rajab Himapersta seusai membaca puisinya.

Zona Otonomi Sementara di Tengah Kota

Baca Juga:Olahan Daging Kurban Praktis: Resep Malbi Khas Palembang yang Wajib Dicoba

Festival Bulan Juni bukan sekadar perayaan biasa. Festival ini hadir sebagai Zona Otonomi Sementara (Temporary Autonomous Zone), sebuah ruang yang bebas dari kendali negara dan pasar, konsep yang terinspirasi dari pemikiran Hakim Bey.

Dalam ruang ini, komunitas-komunitas dapat memperkuat diri, menyuarakan kritik, dan memupuk solidaritas tanpa rasa takut atau tekanan.

“Festival Bulan Juni mengajak kita untuk menciptakan ruang yang tak bisa diatur oleh negara maupun korporasi. Ini adalah ruang kita bersama,” tegas Asmaran.

Perayaan ini akan terus berlangsung sepanjang bulan dengan rangkaian acara menarik, mulai dari diskusi, pemutaran film, pertunjukan musik akustik, hingga berbagai lokakarya komunitas.

Di sore yang hangat itu, di sudut kecil kota Palembang, senyum dan suara solidaritas kembali mengisi ruang otonom yang lahir dari semangat perlawanan dan kebersamaan komunitas.
  
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak