Dua Sultan Palembang Berbeda Sikap soal Adat Tepung Tawar untuk Willie Salim

Kota Palembang, Sumatera Selatan tengah dihebohkan dengan perbedaan pandangan dua sultan mengenai prosesi adat Tepung Tawar

Tasmalinda
Selasa, 01 April 2025 | 15:20 WIB
Dua Sultan Palembang Berbeda Sikap soal Adat Tepung Tawar untuk Willie Salim
Dua sultan di Palembang beda dan bersebrangan sikap mengenai tradisi tepung tawar sebagai permintaan maaf pada masyarakat

Sultan: Maaf Bisa Diterima, Tapi Hukum Harus Tetap Berjalan

Sultan Iskandar menegaskan bahwa meskipun ia secara pribadi bisa memaafkan Willie Salim atas dasar kemanusiaan, proses hukum harus tetap ditegakkan.

"Kalau dia datang dan meminta maaf secara langsung, secara kemanusiaan saya maafkan. Tapi proses hukum harus terus berjalan, karena ini menyangkut marwah dan harga diri warga Sumsel, khususnya masyarakat Kota Palembang," ujar Sultan.

Ia juga mengkritik bahwa hingga saat ini video kontroversial Willie Salim belum dihapus dari platform digital. Bahkan dalam video permintaan maaf yang sudah dibuat, masih ada adegan yang dianggap bisa kembali memancing emosi publik.

Baca Juga:Tak Selesai dengan Adat! Kesultanan Palembang Tolak Tepung Tawar Willie Salim

"Kalau dia memang menyesal, seharusnya video itu sudah di-take down. Tapi ini tidak. Bahkan dalam video permintaan maaf pun masih ada adegan yang membuat orang tersinggung, kenapa coba?" ujarnya tegas.

Kesultanan Palembang Desak Proses Hukum Berjalan Tanpa Hambatan

Lebih lanjut, Sultan Iskandar meminta agar laporan hukum terhadap Willie Salim tetap dikawal hingga tuntas. Ia mendesak pihak Kapolda Sumsel dan Kapolrestabes Palembang untuk melanjutkan pengaduan masyarakat tanpa intervensi apa pun.

"Hukum di republik ini harus ditegakkan. Jangan sampai karena ada isu Tepung Tawar, proses hukum menjadi terhambat," katanya.

Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan dapat memicu kasus serupa di masa mendatang.

Baca Juga:Malbi Palembang 'Terabaikan', Willie Salim Seharusnya Mencontoh Farah Quinn

"Kalau ini dibiarkan, akan ada konten kreator lain yang mengulanginya. Ini bukan sekadar masalah kecil, tapi bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," tutupnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini