Tak Selesai dengan Adat! Kesultanan Palembang Tolak Tepung Tawar Willie Salim

Salah satu poin penting dalam pernyataan tersebut adalah permintaan agar ia menjalani tradisitepung tawar

Tasmalinda
Senin, 31 Maret 2025 | 21:33 WIB
Tak Selesai dengan Adat! Kesultanan Palembang Tolak Tepung Tawar Willie Salim
Sultan Iskandar Palembang darussalam dan Willie Salim

Jika kasus ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, maka dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk dan dapat memicu munculnya kasus serupa di masa depan.

“Kalau ini dibiarkan, akan ada konten kreator lain yang mengulanginya. Ini bukan sekadar masalah kecil, tapi bisa mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” tutupnya.

Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin
Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin

Adat Tepung Tawar Diajukan Sultan Palembang Lainnya, SMB Raden Fauwaz Diradja

Dalam Maklumat Sikap Palembang Darussalam oleh YM Sultan Mahmud Badaruddin IV Raden Fauwaz Diradja yang melalui unggahan Instagram  terdapat lima poin yang harus dipenuhi oleh Willie.

Baca Juga:Tol Palembang-Betung Terancam Ditutup? Polda Sumsel Beri Evaluasi

Salah satu poin penting dalam pernyataan tersebut adalah permintaan agar ia menjalani tradisi tepung tawar, sebuah ritual adat masyarakat Melayu yang hingga kini masih dilestarikan.

Kesultanan mendesak Willie untuk meminta maaf secara terbuka di hadapan Majelis Adat Kesultanan Palembang Darussalam. Mereka juga meminta Willie mengikuti ritual tepung tawar sebagai simbol penebusan kesalahan.

Jika Willie tak memenuhi tuntutan, maka ia dikutuk dan diharamkan untuk menginjakan kaki ke Palembang. Diminta untuk dilakukan Willie, aps sih tradisi Tepung Tawar?

Mengenal Tradisi Tepung Tawar

Tradisi Tepung Tawar merupakan kebudayaan lokal yang masih berkembang di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Tradisi ini dilakukan untuk menghindari petaka dan kemalangan.

Baca Juga:Shalat Idul Fitri di Palembang Berlangsung Khusyuk di Bawah Langit Mendung

Tradisi Tawar sendiri merupakan warisan budaya lokal Palembang karya Umi Kalsum, Syarifudin, dan Wanada Rezek.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Lifestyle

Terkini