Sumsel Lumbung Pangan dan Energi, Hilirisasi Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi

Akan tetapi terdapat satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar upaya meningkatkan nilai tambah dari suatu produk itu berjalan.

Tasmalinda
Selasa, 02 Juli 2024 | 21:09 WIB
Sumsel Lumbung Pangan dan Energi, Hilirisasi Jadi Kunci Peningkatan Ekonomi
Ilustrasi industri. Sumsel Lumbung pangan dan energi, [Shutterstock/Dmitry Kalinovsky].

SuaraSumsel.id - Penjabat Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi menyebutkan program hilirisasi diperlukan guna meningkatkan perekonomian di wilayah itu.

Pj Gubernur Elen di Palembang, Selasa, mengatakan program hilirisasi yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumsel membutuhkan dukungan dari semua pihak. Sebab, sebagai daerah lumbung pangan dan energi memang berpeluang untuk hilirisasi berbagai hasil sumber daya alam (SDA).

Akan tetapi terdapat satu faktor penting yang perlu diperhatikan agar upaya meningkatkan nilai tambah dari suatu produk itu berjalan.

“Hilirisasi tidak dapat dipaksa karena menyesuaikan kebutuhan. Salah satu faktor penting dari hilirisasi adalah bahwa industri harus masuk ke rantai pasokan,” katanya.

Baca Juga:Arifin Susanto Dilantik, Komitmen OJK dan Pemprov Sumsel untuk Ekonomi Daerah

Maka dari itu, Sumsel patut mencari jalan keluar sehingga rantai pasokan dapat masuk dan hilirisasi dari berbagai potensi yang ada, kata Elen.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesa (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani menambahkan langkah hilirisasi dapat dimulai dengan melakukan pemetaan produk yang dapat dilakukan hilirisasi.

"Misalnya, sawit sebagai produk unggulan sudah jelas hilirisasi yang bisa dilakukan produknya apa, namun untuk produk lain masih perlu ditingkatkan kembali," katanya.

Ia mengatakan selain hilirisasi, pengembangan yang juga perlu dilakukan adalah industri hulu. Sebab, saat ini 70 persen bahan baku penolong di tanah air masih berasal dari impor.

“Jadi harus mengembangkan industri hulu, karena kalau tidak Indonesia akan selalu bergantung dan industrialisasi tidak dapat optimal,” kata Shinta.* [ANTARA]

Baca Juga:Kilang Pertamina Plaju Bangun Taman Keanekaragaman Hayati Pertama di Indonesia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak