jalan masih jauh jarak kita kayuh...
Reza Maulana yang akrab dipanggil “Sojek” lahir dan tumbuh di kawasan lebak sekitar Sungai Bayas. Dia pun mencoba menggambarkan kampungnya dalam kenangan masa kecilnya dan neneknya dalam puisi “Tak Lupus”.
Di hadapan nenekku kita seolah-olah
sedang merayakaan perpisahan di lebak sungai bayas
Kau mengajaku untuk bermain di tepi sungai bayas,
hingga kumpai mengingkat kaki mengores betis kita...
Lebak itu tak lagi memelukmu.
Sebuah lompatan
Arbi Tanjung, seorang pekerja sastra dan budaya dari Pasaman, Sumatera Barat, sebagai pembahas buku “Sungai dan Rawang” yang diluncurkan pada rangkaian kegiatan “Kembalikan Lahan Basah Kami” dalam memperingati Hari Lahan Basah Sedunia, yang didukung Mongabay Indonesia, Rumah Sriksetra dan Pulitzer Center menyatakan puisi-puisi yang para penyair muda atau generasi Gen Z di Palembang yang terkumpul dalam buku tersebut adalah sebuah “lompatan”.
“Sangat sulit mendapatkan karya puisi para penyair muda yang mencerminkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk tentang lahan basah. Ternyata di Palembang muncul para penyair muda itu, meskipun sebagian besar dari penyair muda yang karyanya masuk di dalam buku ini sebagian sulit dilacak karyanya di dunia maya. Mereka mungkin tidak rajin atau tidak suka mengirim puisi ke media massa,” kata Arbi di Kopi Mibar, Palembang, 2-4 Februari 2024