Mohammad Iqbal: Sungai Musi, Aku Terhanyut di Lematang Enim, Aku, Ikan Sampah?, Berselimut Asap, Kamu, di dalamnya.
Siti Wahyu Vitamagistra: Baung Tidak Pernah Pulang, Musimku Bernama Panceklik, Perahu dan Kejayaanku Dulu, Buntung, Hiruk Pikuk-mu, Jalanan, Beli Sampah, Kupu-Kupu dan Luka Masa Lalu.
Abdurrahman Arif: Purun, Katanya Harta Karun, Selusur Sungai, Sisi Gelap Kuasa, Tiada Maaf dari Sungai, Tulisan Tangan, Berdua, Lingkungan, Hidup Sendiri.
Qaf Muhammad: (keadaan memaksa kita berpisah, tapi bukan untuk mengesampingkan cinta), (dalam cerita tunggal ini, kau telah menjadi misteri paling indah di badan hati), (pada kesekian kali, waktu memberikan lagi pedih atas pergi yang telah lama terjadi), (bait yang gugur dimedan harapan) telah berkalang isak tangis; berhenti pada kata merelakan), Kemarau, Fa.