Buku Puisi Sungai dan Rawang Karya Gen Z Peduli Lahan Basah Sungai Musi

Puisi bukan hanya mengungkapkan rasa cinta, juga pikiran dan perasaan terhadap berbagai persoalan di lingkungan penulisnya.

Tasmalinda
Selasa, 13 Februari 2024 | 14:22 WIB
Buku Puisi Sungai dan Rawang Karya Gen Z Peduli Lahan Basah Sungai Musi
Buku Puisi Sungai dan Rawang [dok Nopri Ismli]

Agar bisa lebih menikmati indah lekukmu...

Bait pertama puisi naratif berjudul “Keruh Tubuhmu” yang ditulis Kemas Yudha [24 tahun] di atas semacam pengakuan dirinya sebagai generasi Gen Z terhadap Sungai Musi.

Meskipun dirinya lahir dan tumbuh di kampung yang berada di tepian Sungai Musi [selama 24 tahun], dia merasa tidak memberikan sesuatu yang berarti terhadap sungai terpanjang di Sumatera Selatan tersebut yang terus mengalami pencemaran.

Yudha pun berandai menjadi “antu banyu” agar mampu memahami Sungai Musi. Antu banyu adalah mitos tentang makhluk yang hidup di Sungai Musi, yang sering menangkap anak-anak yang tengah mandi atau berenang.

Ketidakpedulian terhadap Sungai Musi pada akhirnya menjadi semacam penerimaan terhadap kerusakan dan pencemaran yang terjadi di sungai yang panjangnya sekitar 750 kilometer. Pasrah menunggu masa depan Sungai Musi.

Musi, pada sendu muaramu

Aku menyusup dengan peluk dalam pelikmu

Musi, ku terima semua limbahmu

Sebagai bumbu pemantik nafsu

Cukup sepi dan sunyi malam ini menjadi saksi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini