Ratusan Ikan di Kolam Retensi Mal Palembang Icon Mati, Diduga Karena Limbah

Ratusan ikan-ikan di kolam mal Palembang Icon, yang mengapung dan sudah mati.

Tasmalinda
Jum'at, 28 April 2023 | 13:26 WIB
Ratusan Ikan di Kolam Retensi Mal Palembang Icon Mati, Diduga Karena Limbah
Ikan di kolam retensi mal Palembang icon mati [dok]

SuaraSumsel.id - Ratusan ikan di kolam retensi mal Palembang Icon di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) ditemukan dalam keadaan mati dan mengapung. Kondisi ini diduga berasal dari kondisi air yang sudah tercampur dengan limbah dari mal tersebut.

Perkumpulan Lingkar Hijau menemukan ratusan ikan di kolam retensi tersebut sudah mengapung baik bentuknya kecil maupun sudah berukuran besar.

"Tampak memang sudah mengapung dan terlihat airnya tidak jernih," ujar Perwakilan Perkumpulan Lingkar Hijau, Adit kepada Suara.com.

Dia memprediksi jika ikan-ikan mati tersebut akibat keracunan limbah yang berasal dari aktivitas usaha di wilayah tersebut. "Ratusan ikan di temukan mati dikolam retensi GOR Kampus Palembang yang berada di dalam kawasan Palembang Icon Mall., Kuat diduga ikan ikan ini mati akibat keracunan oleh limbah yang berasal dari aktifitas usaha di wilayah tersebut," sambung ia.

Baca Juga:Sejumlah Massa Geruduk Kementerian ATR/BPN, Tuntut Dugaan Pengeluaran Sertifikat HGU Palsu di Sumsel

Dia pun mempertanyakan langkah Pemerintah Kota Pemkot) Palembang menyikapi ikan-ikan yang berada di ruang publik mati dan mengapung.

"Padahal kawasan Palembang Icon yang sebelum bernama GOR Kampus Palembang, dijadikan ruang terbuka hijau bagi kota Palembang. Saat itu, lokasi GOR dipadati tanaman dan kolam yang berfungsi sebagai kolam retensi bagi kota Palembang," jelasnya.

Pemerintah pada 2009 mengalihfungsikannya menjadi ruang private kepada sektor swasta, dengan dibangun mal Palembang Icon. Kerjasama dilakukan Pemkot dengan mal dengan skema Build Out Transfer (BOT).

"Saat itu penolakan terjadi dari warga sipil, karena mengetahui dampak yang bakal terjadi. Apalagi kolam retensi itu pun berfungsi sebagai pengendali banjir di Palembang. Namun penolakan tersebut tidak digubris oleh Pemerintah dan kalangan legislatif. Akibatnya di kawasan tersebut kekinian banyak kafe-kafe dan pusat penjualan makanan. Sementara fungsi sebagai kolam retensi menjadi hilang, bahkan juga menyumbang banjir," ucapnya.

Pantuan kekinian, ikan-ikan yang mati mulai berkurang.

Baca Juga:Viral Kekecewaan Warganet kepada Gubernur Sumsel karena Telat Datang Salat Id, Jemaah Nunggu Berjam-Jam Sampai Siang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak