Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya

Kericuhan terjadi pada Kamis (26/2/2026) di Pasar Muara Beliti, Musi Rawas, saat warga merusak Kantor Lurah.

Tasmalinda
Kamis, 26 Februari 2026 | 22:33 WIB
Ricuh di Musi Rawas! Kantor Lurah Pasar Muara Beliti Diserbu Warga, Ini Pemicunya
ilustrasi kantor lurah pasar Muara Beliti dirusak
Baca 10 detik
  • Kericuhan terjadi pada Kamis (26/2/2026) di Pasar Muara Beliti, Musi Rawas, saat warga merusak Kantor Lurah.
  • Aksi massa dipicu kekecewaan atas tuntutan penonaktifan Lurah Arif Candra yang tidak kunjung direspons.
  • Polisi segera mengendalikan situasi tegang tersebut dan memasang garis polisi untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

SuaraSumsel.id - Kericuhan pecah di Pasar Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Kamis (26/2/2026). Ratusan warga yang sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa melampiaskan amarah mereka dengan menyerbu dan merusak Kantor Lurah setempat.

Sejumlah kaca jendela dilaporkan pecah akibat lemparan batu. Suasana yang awalnya dipenuhi orasi berubah tegang ketika massa tak lagi mampu menahan emosi.

Kericuhan diduga dipicu kekecewaan warga atas tuntutan mereka yang tak kunjung digubris. Massa meminta agar Lurah Pasar Muara Beliti, Arif Candra, dinonaktifkan dari jabatannya.

Menurut warga, tuntutan tersebut bukan kali pertama disuarakan. Aksi serupa bahkan disebut telah berlangsung beberapa kali sebelumnya, namun belum membuahkan hasil yang memuaskan.

Baca Juga:Gagal Umrah, Nenek Musi Rawas Tertahan di Jakarta, 12 Jemaah Bayar Lagi Rp70 Juta

Sebelum mendatangi kantor lurah, massa lebih dulu menggelar aksi di Kantor Bupati Musi Rawas. Namun, mereka tidak berhasil bertemu langsung dengan pihak yang diharapkan bisa memberikan keputusan.

Kekecewaan itu memuncak. Massa kemudian bergerak ke kantor lurah dan situasi berubah ricuh.

Aparat kepolisian segera diterjunkan ke lokasi untuk mengendalikan situasi. Setelah negosiasi dan pengamanan dilakukan, kericuhan berhasil diredam.

Garis polisi dipasang di area kantor lurah guna kepentingan penyelidikan dan pengamanan pascakejadian.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena mencerminkan memanasnya hubungan antara warga dan pemerintah kelurahan. Hingga kini, belum ada keputusan resmi terkait tuntutan penonaktifan lurah.

Baca Juga:Viral Ayah di Musi Rawas Nekat Curi Uang Rp11 Ribu Sambil Gendong Anak Kecil Karena Lapar

Warga berharap ada respons konkret dari pemerintah daerah agar konflik tidak semakin melebar. Sementara itu, publik menanti langkah tegas aparat terkait proses hukum atas aksi perusakan tersebut.

Apakah tuntutan warga akan segera dijawab? Ataukah polemik ini masih akan berlanjut di Musi Rawas? Situasi kini menjadi perhatian banyak pihak di Sumatera Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak