Inflasi Sumsel di Penghujung Tahun 2022 Diprediksi Naik Namun Terkendali

Untuk kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 1,35% dengan andil sebesar 0,14% dibandingkan bulan lalu.

Tasmalinda
Kamis, 04 Agustus 2022 | 15:09 WIB
Inflasi Sumsel di Penghujung Tahun 2022 Diprediksi Naik Namun Terkendali
Harga cabai rawit. Inflasi Sumsel diperdiksi bakal naik di penghujung tahun namun masih terkendali. [Inibalikpapan.com]

SuaraSumsel.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jika Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Sumatera Selatan pada bulan Juli mengalami inflasi sebesar 0,76 persen. Kondisi ini dinilai lebih rendah dibandingkan pada bulan Juni lalu.  Pada Juni lalu, Sumsel mencatat inflasi sebesar 0,89 persen.  

Bank Indonesia memprediksi inflasi Provinsi Sumatera Selatan diperkirakan lebih tinggi dari tahun tahun lalu, namun masih terkendali. Pada Juli ini, inflasi disebut lebih rendah dibandingkan inflasii regional Sumatera.

Direktur BI Provinsi Sumsel, Erwin Soeriadimadja mengungkapkan inflasi disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya makanan, minuman, tembakau dan transportasi.

“Inflasi didorong oleh peningkatan harga subkelompok makanan seperti cabai merah, bawang merah, daging ayam ras dan tomat. Peningkatan harga komoditas hortikultura dipengaruhi oleh kondisi cuaca dengan curah hujan yang cukup tinggi di beberapa daerah sentra produksi mengakibatkan hasil panen tidak optimal,” kata Direktur BI Provinsi Sumsel, Erwin Soeriadimadja dalam keterangan persnya, Kamis (4/8/2022).

Baca Juga:Modus Pembobol ATM Lintas Provinsi: 26 ATM Bank Sumsel Babel Dibongkar Dengan Alat Capit

Selain itu, juga terjadi peningkatan biaya input produksi seperti pupuk turut mendorong kenaikan harga komoditas sedangkan kenaikan harga daging ayam ras disebabkan oleh kenaikan harga pakan yang didorong oleh kenaikan harga jagung secara global.

Untuk kelompok transportasi juga mengalami inflasi sebesar 1,35% dengan andil sebesar 0,14% dibandingkan bulan lalu. Inflasi kelompok ini terutama bersumber dari kenaikan tarif angkutan udara yang naik rata-rata sebesar 17,54% dibandingkan bulan lalu dengan andil inflasi sebesar 0,135%.

“Inflasi angkutan udara didorong oleh peningkatan permintaan masyarakat ditengah libur sekolah serta HBKN Idul Adha, supply armada yang masih terbatas, serta kenaikan harga bahan bakar pesawat. Sedangkan kenaikan harga bensin dan solar terjadi seiring adanya penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi oleh Pertamina pada Juli 2022,” terang Erwin.

Pengendalian inflasi terus dilakukan bersama TPID Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten dan Kota dengan pedoman pada strategi pengendalian inflasi 4K yakni Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif.

“TPID Provinsi Sumatera Selatan bersama Satgas Pangan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan guna menjaga inflasi tetap stabil,” ujar Erwin.

Baca Juga:Bahaya! Ribuan Kosmetik Ilegal, Beracun Dan Kadaluwarsa Ditemukan di Sumsel

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak