Hak² sya dan org jahat itu dihukum seberat²nya & sya berharap pihak berwajib pun bisa menangkap semua sindikat penipuan,pencucian otak ini. Saya butuh dukungan dari teman² semua. Kejadian ini bermula pada tgl 31 mei 2021 sya yg membuka apk tantan (saran dari teman) berkenalan dg
Seseorang yg mengaku bernama petrus gilbert arrafif seorang mualaf yg hendak mencari pasangan hidup (istri) dari sini ia mulai chat sya & mengajak berkenalan. Setelah berkenalan selama 2 minggu. Ia datang kerumah saya dijambi. Berniat utk melamar sya. Notes tdk membawa identitas
Dg alasan hendak berganti nama menjadi ahnaf arrafif agar menghilangkan nama baptisnya sebelum menikahi saya. Setelah berkenalan dg keluarga saya pun ia mengaku sebagai dokter & pengusaha batu bara. Sya & ibu sya dikenalkan dg org tua angkatnya yg bernama syafni via video call
Dan saat itu juga membahas masalah pernikahan. Dan menunggu kedatangan keluarga besar ahnaf arrafif (pelaku). Setelah 1 minggu dijambi, ia pelaku pulang ke LAHAT, dg alasan akan mengambil surat menyurat serta ktp dg nama yg baru. Tgl 4 juli 2021 lalu pd tgl 5 juli 2021 adeknya yg
Baca Juga:Sepak Terjang dan Harta Kekayaan Alex Noerdin, Eks Gubernur Sumsel yang Divonis 12 Tahun Penjara
Bernama devtia sari mengabari saya bahwa mamanya meninggal karna kena covid setelah bberapa hari di rawat di ICU. Kemudian pelaku pun mengabari saya seperti demikian begitu pula dg tantenya si TE'i yuliani. Menelpon saya & keluarga (ibu & bibi) mengabarkan hal duka tersebut.
Jadi kedatangan mereka pun ditunda karna seharusnya pd tgl 9 juli 2021 akan ada acara lamaran. Posisi tenda pun sudah di pasang.Bahan² utk acara lamaran pun sudah dibeli dg uang ibu sya sendiri.3 hari setelah kabar duka tersebut pelaku dtg kembali kejambi.Tanpa membawa identitas
Dg alasan belum jadi, sampe pd akhirnya tgl 18 juli 2021 saya pagi hri disarankan oleh oom & bibi sya utk menikah secara agama saja dahulu atas permintaan pelaku tersebut juga. Spontan saya kaget, namun di katakan bahwa tdk apa² menikah siri dulu sambil menunggu surat identitas
Dan dikatakan oleh oom & bibi sya bahwa di daerah sya tinggal sebelumnya juga ada yg menikah siri dulu baru lanjut ke KUA. Hari itu juga saya meminta izin kpd ibu sya pd waktu sore hendak magrib. Spontan ibu saya kaget & kondisianya saat itu memang sedang sakit sehingga tdk bisa
Mendampingi saya, sedangkan ayah sya memang sudah sakit stroke. Pada malam itu tgl 18 juli 2021 20.00 wib terjadilah pernikahan dg saksi dr pihak keluarga ayah saja serta wali hakim,dan saksi imam. Sedangkan dari pihak pelaku hanya video call sebelum pernikahan itu dimulai
Dari sini lah aksi²nya mulai dilakukan. Dan sangat didukung oleh pihak keluarganya bahwa ia benar² laki² berprofesi sebagai dokter spesialis bedah syaraf serta pengusaha batu bara dg menyebutkan PT. Bomba grup. Serta perusahaan yg lainnya seperti PT. BAU dan PT. PAMA. Selama ini