facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita WNI di Swiss yang Turut Bantu Proses Pencarian Eril di Sungai Aare: Banyak yang Berempati di Sini

Tasmalinda Kamis, 02 Juni 2022 | 07:50 WIB

Cerita WNI di Swiss yang Turut Bantu Proses Pencarian Eril di Sungai Aare: Banyak yang Berempati di Sini
Penampakan petugas saat menyisir lokasi sungai guna mencari keberadaan Eril, putra kandung Gubernur Jabar, Ridwan Kamil yang dinyatakan hilang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss. Cerita WNI di Swiss yang Turut Bantu Proses Pencarian Eril di Sungai Aare [Dok Kemlu]

"Aku lihat masyarakat Indonesia kompak dan empati, bahkan ada yang datang dari Berlin (Jerman) padahal itu jauh banget dari lokasi,"

SuaraSumsel.id - Proses pencarian hari ketujuh pada anak Gubernur Jawa Barat, Ridwan KamilEmmeril Kahn Mumtadz alias Eril tetap dilaksanakan di Sungai Aare, Swiss.

Selain melibatkan berbagai komunitas masyarakat sipil di Swiss, bantuan juga datang dari warga negara indonesia atau WNI yang juga turut melakukan proses pencarian Eril.

Salah satunya adalah Rikza Azriyan yang ikut membantu pencarian Eril. Ia juga bahkan melaporkan situasi di lokasi, beberapa warga Indonesia ikut turun membantu pencarian menggunakan perahu karet.

"Aku lihat masyarakat Indonesia kompak dan empati, bahkan ada yang datang dari Berlin (Jerman) padahal itu jauh banget dari lokasi. Ada juga yang ikut turun pake perahu karet menyusuri pelan-pelan sambil memperhatikan kiri dan kanan," aku Rizka.

Rikza mengaku jika dirinya memang tak sengaja berkunjung ke Swiss karena ia memang bekerja di Jerman dan berdekatan dengan negara tersebut.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumsel 2 Juni 2022, Palembang Bakal Hujan di Malam Hari

Melansir hop.id-jaringan Suara.com, ia menempuh perjalanan selama 3 jam ke kota Bern, awalnya Rizka dan teman WNI lainnya berniat ke kota Interlaken. Ketika mendengar kabar hilangnya Erilakhirnya ia sempatkan singgah ke lokasi.

"Rencananya itu di hari Sabtu kita mau ke Interlaken, kemudian malamnya sebelum berangkat aku dapat informasi berita duka hilangnya anak Ridwan Kamil di Bern," ungkap Rizka.

Melansir hop.id-jaringan Suara.com, setelah melihat kondisi dan situasi, akhirnya Rizka bersama teman WNI lainnya menawarkan bantuan yang bisa mereka berikan. Rizka juga mengungkapkan alasan mengapa usaha pencarian Eril terbilang sulit. Ia menebak jika kemungkinan Eril terbawa arus ke bendungan menuju cabang aliran lain.

Ia juga mengungkapkan jika berenang liar memang tidak diizinkan bahkan Pemerintah Swiss pada tahun 2021 lalu mengimbau agar pengunjung tidak berenang di Sungai Aare karena banyaknya kasus korban hilang.

"Berenang liar tidak diizinkan di banyak sungai karena kualitas air yang buruk dan karena akan sulit bagi pihak berwenang untuk memastikan keselamatan perenang," ujarnya dalam situs resmi Kementerian Luar Negeri Swiss

Baca Juga: Harga Telur Ayam di Sumsel Meroket, Tembus Rp28.000 per Kilogram

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait