facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tawarkan Keuntungan 20 Persen, Radah Gladis Meychindi Tipu Ratusan Nasabah Hingga Untung Rp1,2 Miliar

Tasmalinda Rabu, 18 Mei 2022 | 17:36 WIB

Tawarkan Keuntungan 20 Persen, Radah Gladis Meychindi Tipu Ratusan Nasabah Hingga Untung Rp1,2 Miliar
Pelaku investasi bodong di Palembang Radah Gladis Meychindi [Sumselupdate]

Wanita cantik asal Palembang, Sumatera Selatan, Radah Gladis Meychindi ditangkap karena tawarkan investasi bodong. Jumlah nasabahnya pun sudah ratusan orang.

SuaraSumsel.id - Radah Gladis Meychindi, wanita asal Palembang ditangkap polisi karena tawarkan investasi bodong. Keuntungan yang ditawarkan mencapai 20 persen dari modal yang disetorkan. 

Akibatnya ratusan nasabah tertipu hingga ia pun mampu meraup untung hingga Rp1,2 miliar. Salah satu korban yang mengaku rugi hingga Rp512 Juta, melaporkan investasi bodong ini ke polisi.

Radah Gladis Meychindi ditangkap Unit 4 Subdit III Jatanras Polda Sumsel. Melansir Sumselupdate.com-jaringan Suara.com, investasi yang ditawarkan berkedok usaha pempek dos, pecel lele, dan salon.

Radah berhasil meraup laba hingga Rp1,2 miliar dari jumlah nasabah yang mencapai lebih dari seratus orang.

Baca Juga: Curhat Istri di Sumsel Soal Perselingkuhan Viral, Pakar Ilmu Islam UIN Raden Fatah Beri Tanggapan Begini

Radah yang merupakan warga di Lorong Kedamangan, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) 1 Palembang ditangkap di rumahnya setelah dua bulan menghilang keJakarta.

“Modusnya dengan menawarkan keuntungan 20 persen dari modal setiap bulannya kepada calon nasabahnya,” ungkap Kasubdit Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika.

Barang bukti yang diamankan, satu lembar rekening koran bukti transfer korban, satu unit ponsel iPhone 8, dua lembar screenshot Instagram tersangka, satu rekening ATM BCA, serta buku tabungan BCA atas nama tersangka.

Adapun pelaku terancam pasal 378 KUHP, atau pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun.

Pengakuan Radah, pada awalnya usaha tersebut dijalankannya dengan sistem pinjam modal, namun lambat laun usaha tersebut menjadi investasi.

Baca Juga: Bergerak Produktif, Kelompok Disabilitas di Sumsel Kembangkan Lele di Kolam Tanah

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait