facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kritik Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng, Legislator Anggia Ermarini: Jika Menteri Aja Bingung, Apalagi Rakyat

Tasmalinda Kamis, 31 Maret 2022 | 15:48 WIB

Kritik Mendag Lutfi Soal Minyak Goreng, Legislator Anggia Ermarini: Jika Menteri Aja Bingung, Apalagi Rakyat
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini [Suara.com/Melati Arsika Putri]

Perubahan kebijakan soal pangan, terutama minyak goreng menandakan jika menteri Kementerian Perdagangan atau Mendag tidak siap.

SuaraSumsel.id - Sejak bulan Januari hingga Maret 2022, Kementerian Perdagangan atau Kemendag Republik Indonesia telah mengeluarkan 11 kebijakan dalam menanggulangi kenaikkan harga pangan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini saat berada di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (31/3/2022). Setidaknya adanya 11 kebijakan seolah menjadi perencanaan yang tidak dipikirkan secara matang, khususnya menanggulangi kelangkaan minyak goreng.

Ketika minyak goreng mengalami kelangkaan hingga mengakibatkan harga naik, Kementerian Perdagangan menerbitkan kebijakan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng pada 26 Januari 2022. Tak sampai dua bulan, tepatnya, 16 Maret 2022 kebijakan tersebut dicabut.

"Dari Januari sampai Maret ada 11 kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan. Artinya, gak proper, gak dipikir secara matang. Tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat," ujarnya usai kunjungan ke Gudang Bulog Divisi Regional Sumsel dan Babel, Kamis (31/3/2022).

Baca Juga: Antrean Solar Makin Panjang di Perbatasan Sumsel, Wagub Mawardi Yahya Hanya Jawab Ini

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut juga menegaskan kalau Indonesia mustahil tidak mempunyai stok minyak goreng.  "Kalau Menteri Perdagangannya bingung bagaimana kita, rakyat. Gak mungkin Indonesia gak punya minyak goreng, gak mungkin," sambung dia.

Beberapa pekan lalu, sambung Anggia, ia masih menemukan antrean minyak goreng di Yogyakarta dari pukul 09.00 pagi hingga 14.00 sore, hanya hanya mendapatkan 3 liter. 

"Di Banda Aceh, Lampung juga terjadi seperti itu. Menjelang Ramadan ini seharusnya Pemerintah mempunyai kebijakan lebih proper (siap)," ucapnya.

Tim Spesifikasi Komisi IV DPR RI sebelumnya melakukan sidak ke Pasar Tradisional Palimo, km 5 Palembang. Dari pantau harga pangan tersebut, menurut Anggia, Sumatera Selatan atau Sumsel belum mengalami lonjakan yang tinggi.

"Stok dan harga menjelang Ramadan, kita lihat ke pasar tradisional tadi harga komoditas masih aman dan stabil. Konsen saya pada minyak goreng," pungkasnya.

Baca Juga: BMKG: Suhu Daerah Sumsel Dataran Rendah, Bakal Terik 34 Derajat Celcius

Kontributor: Melati Arsika Putri

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait