Jelang Ramadhan, 120 Kerbau Siap Disembelih pada Tradisi "Bantai Adat"

Tradisi "Bantai Adat" ialah tradisi yang biasa digelar jelang Ramadhan yang digelar di Rantau Resau, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Tasmalinda
Rabu, 30 Maret 2022 | 08:53 WIB
Jelang Ramadhan, 120 Kerbau Siap Disembelih pada Tradisi "Bantai Adat"
Pemilik kerbau sedang memasang "kanikil" yang terbuat dari rotan untuk memastikan kerbau tertambat kuat di tiang tambatan. (ANTARA)

SuaraSumsel.id - Tradisi "Bantai Adat" ialah tradisi yang biasa digelar jelang Ramadhan yang digelar di Rantau Resau, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Sebanyak 120 ekor kerbau dewasa siap disembelih pada tradisi "Bantai Adat".

"Tahun ini tradisi 'Bantai Adat" menyembelih ratusan kerbau, tepatnya 120 ekor kerbau. Penyembelihan dilakukan pada Rabu (30/3) dinihari secara serentak," kata Gubernur Jambi H Al Haris ketika membuka kegiatan "Bantai Adat" di Kampung Baru, Desa Rantau Rasau, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, Selasa (29/3) 2022.

Hadir pada kesempatan itu, Bupati Merangin H Mashuri dan Sekda Fajarman di lahan Bantai Adat milik Pemkab Merangin di desa itu.

Baca Juga:Ratusan Ibu Muda di Sumsel Tertipu Program Kehamilan Berkedok Pengobatan Alternatif, Korban Kehilangan Jutaan Rupiah

"Tradisi Bantai Adat yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan keagamaan dan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) ini, ke depannya akan menjadi ajang resmi nasional. Di sini ada simbol budaya dan kegiatan agama yang disatukan," kata Gubernur Jambi saat membuka acara Bantai Adat itu.

Budayanya, lanjutnya, tidak hanya membantai ratusan kerbau, tapi juga ada memanggang 1.000 batang lemang, pertandingan "silek" dan kegiatan lainnya di Rumah Tuo Rantau Panjang.

Sebelumnya juga digelar agenda keagamaannya pawai ta’aruf anak-anak dan khataman Al Quran secara massal yang mengelilingi Pasar Rantau Panjang dan berbagai keagamaan lain yang tak kalah menarik.

"Sangat banyak budaya Islam di Provinsi Jambi yang bisa diangkat menjadi event nasional. Adat Melayu Islam di kawasan Tabir ini memang sangat luar biasa, karena sudah dilakukan dari dulu kala secara turun temurun. Ini semangatnya kearifan lokal untuk menjaga silaturahim," kata Gubernur Al Haris yang mantan Bupati Merangin itu.

Bupati Merangin H Mashuri menambahkan, peninggalan leluhur seperti Budaya Bantai Adat Rantau Panjang Tabir tersebut, wajib dilestarikan. Penyelenggaraannya dari tahun ke tahun harus terus meningkat.

Baca Juga:Mantan Anggota DPRD Sumsel Sakim Ditahan, Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Rp13 Miliar

"Generasi muda milenial kita wajib terus kita libatkan, sehingga mereka jadi tahun dan kenal dengan budayanya sendiri. Jika generasi muda milenial kita paham dan tahun Budaya Bantai Adat ini, Insya Allah akan terus lestari," kata Bupati.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini